saya selalu menjadi orang yg paling beruntung di dunia.saya hampir dibilang punya semuanya.dari sd-smp,saya sekolah dg beasiswa prestasi.sma,bisa dibilang saya adalah salah satu murid yg sering dikirim ke lomba-lomba setingkat provinsi.kuliah juga lumayanlah.ipk saya ga pernah di bawah 3.70.
Saya punya keluarga yg bahagia*meskiagakaneh*.bapak saya adalah seorang manusia mobile yg smpe sekarang tetap menjadi pria tergagah yg pernah saya temui.bapak hanya sekali menasehati saya 'di tanah jangan macem-macem',katanya.dan satu kalimat itu yg membuat saya selalu berhati-hati melangkah selama di tanah orang.
Ibu,beliau merupakan ibu rumah yg mempunyai 1001 cara untuk mencari uang.idenya mengalir di manapun dia berada.kebiasaannya puasa senin-kemis dan puasa di setiap wethon anak2nya merupakan simbol bahwa beliau rela hidup prihatin demi anak2nya.
Saya punya 2 kakak yg selalu menuruti apa yg saya mau.
Cinta mengalir kepada saya dari orang2 di sekeliling saya.tapi,kenapa ada rasa kosong di sini?
I am an extraordinary troubledminder who always try to make people laugh 'though I am in the trouble,Cause life is just a comedy...
Thursday, May 27, 2010
Sunday, January 3, 2010
Feliciano Sutjipto
Friday, December 25, 2009
catatan minum kopi,,,,
Saat-saat seperti ini,pintu t'lah terkunci,lampu t'lah mati,ku ingin pulang tuk segera berjumpa denganmu..."
Lagu itu mengalun pelan dari HP 'super ga canggih'-ku dengan diiringi suara 'kemresek' ga jelas.HP yang sudah aku tempel sana-sini serta gantungan hijau-kuning-merah yg aku beli di stasiun pasar minggu yg semakin memperburuk tampilan visualnya.
Tapi,aku cinta HP-ku!
Karena dari sana bisa aku temukan suasana kampungku.Karena aku rindu kampungku.
Rindu disaat aku seperti Ninja Hatori yg mendaki gunung lewati lembah demi seekor burung untuk santap malam kucingku.
Rindu masa SD-ku,ketika yg ada di otakku hanyalah benda bundar bernama bola.
Ketika dg bangganya memamerkan seragam bola bergaris hitam-ungu dan sepatu bola yg dibeli di Pringsewu pada teman-teman mainku.
Rindu ketika bolos ngaji dan pulang dalam keadaan penuh tanah di baju dan bersiap dihadang Bapak di depan pintu.Di hadang tatapan mata Bapak yg selalu 'Diam Tanpa Kata'.Serta omelan Ibuku yg bersiap-siap mengguyur badan anak perempuan bungsunya dg air hangat langsung dari pancinya.
Aku cinta HP-ku!
Karena darinya bisa aku dengar suara Bapak yg mungkin sudah lupa akan namaku.Karena tak sekalipun dia menyapa namaku,tapi sebutan khasnya,'Dek'.
Suara Bapak yg membuatku selalu rindu akan rumahku.
Juga merindu kamarku yg tak pantas disebut kamar seorang perempuan.Kamar yg kata Ibuku lebih miri bengkel ga laku,karena tangan usil ini telah menyemprot dindingnya dg pilok warna hitam,grafity ceritanya,serta menggambar 'kinjeng kepenyet' ala Lilis Wiyatmo dg ukuran super jumbo.
Aku cinta HP-ku!
Ketika rasa damai membelai saat melihat gapura bertuliskan 'Sakai Sambayan',tanda memasuki wilayah Anglo,daerah tempat aku dilahirkan.
Ketika aku temui orang-orang yg dulu selalu menyapaku dg sebutan 'Adek Wiyatmo'.Melewati jembatan Is yg dibawahnya mengalir kali Is,serta masjid Jami Al Ikhlas,tempat dimana aku pernah menghabiskan waktu senja hingga Isya,latihan rebana,tidur saat menunggu waktu buka puasa,ngumpetin sendal Abah Rojak,iseng mukulin bedug,hingga cakar-cakaran dg Ferdinal Markos,teman kecilku.
Semua kenangan berdansa di otakku.
Tentang lagu 'Menthok-Menthok Tak Kandani',satu-satunya lagu yg pernah dinyanyikan Bapak sambil mengusap jidatku yg selebar lapangan voli.
Rindu masakan Ibuku.
Rindu mas Iping,kakak pertamaku,yg dulu sempat menjadi teman minum kopi.
Rindu mbak Uwi yg selalu memanggilku dg sebutan 'Lik' meski aku sangat tak menyukainya.
Juga banyak hal tentang SMAN 1 Gading.Tempat aku menghabiskan 3 tahun masa SMA.
Rindu teman-teman kelas XI-XII Bahasa.Rindu nyanyi lagu-lagu Sheila On7 di tangga kelas meski berkali-kali dikejar pak Oman.
Rindu latihan vokal grup bersama teman-teman vokal grup kelas Bahasa menyanyikan lagu daerah Lampung.
Tentang puisi 'Api-Api Kecil' yg selalu menjadi modalku saat mengikuti lomba puisi.
Juga rindu ketika menjadi 'kuncen' Mading,menjadi penyiar radio SMA,meski setengah hati karena ditempatkan dalam program tembang kenangan dan akhirnya memutuskan menjadi operator saja.
Dan aku masih cinta HP-ku!
Dan aku rindu Bumi Ruwa Jurai-ku.Aku rindu senyuman padi.Rindu pantai Tirtayasa,bau amis terminal Cimeng,patung Gajah di Bandar Lampung,keripik pisang,sambel seruit,jalan raya Way Ratay,lapangan bola Anglo,gunung Pesawaran,pasar Kedondong,perempatan Gedong Tataan,SDN 04 Is,SMPN 1 Kedondong,Bukit Bintang,pelabuhan Bakauheni,temen cowok di kosan mbah Lurah,mushola SMA,angkot Lampung-Cepat,dan Rizmandia Azhari.
Karena Rizmandia Azhari adalah cerita tentang hati yg hening,jiwa yg diam,perasaan tak bersuara,dan jeritan tanpa kata.
Karena Rizmandia Azhari adalah kenangan tentang upacara bendera,kebersamaan sunyi di mushola,sepatu di teras ruang multimedia,serta soto mbak Leni yg yummy.
Karena Rizmandia Azhari adalah sepotong mozaik hidup yg tak mungkin terhapus begitu saja.Walaupun cerita tentang hati akan tetap hening selamanya.
Lalu kerinduan tentang Lampungku pelan-pelan makin memanas dan memuncak mengalirkan air yg telah sekian lama tak menetes dari mata ini.
Dan semua kenangan tetap berdansa dalam otakku meski lagu dari HP 'super ga canggih'-ku telah berhenti.
Dan aku benar-benar rindu kenangan itu.
Rindu.
Benar-benar rindu.
Jakarta,12 Desember 2008
Lagu itu mengalun pelan dari HP 'super ga canggih'-ku dengan diiringi suara 'kemresek' ga jelas.HP yang sudah aku tempel sana-sini serta gantungan hijau-kuning-merah yg aku beli di stasiun pasar minggu yg semakin memperburuk tampilan visualnya.
Tapi,aku cinta HP-ku!
Karena dari sana bisa aku temukan suasana kampungku.Karena aku rindu kampungku.
Rindu disaat aku seperti Ninja Hatori yg mendaki gunung lewati lembah demi seekor burung untuk santap malam kucingku.
Rindu masa SD-ku,ketika yg ada di otakku hanyalah benda bundar bernama bola.
Ketika dg bangganya memamerkan seragam bola bergaris hitam-ungu dan sepatu bola yg dibeli di Pringsewu pada teman-teman mainku.
Rindu ketika bolos ngaji dan pulang dalam keadaan penuh tanah di baju dan bersiap dihadang Bapak di depan pintu.Di hadang tatapan mata Bapak yg selalu 'Diam Tanpa Kata'.Serta omelan Ibuku yg bersiap-siap mengguyur badan anak perempuan bungsunya dg air hangat langsung dari pancinya.
Aku cinta HP-ku!
Karena darinya bisa aku dengar suara Bapak yg mungkin sudah lupa akan namaku.Karena tak sekalipun dia menyapa namaku,tapi sebutan khasnya,'Dek'.
Suara Bapak yg membuatku selalu rindu akan rumahku.
Juga merindu kamarku yg tak pantas disebut kamar seorang perempuan.Kamar yg kata Ibuku lebih miri bengkel ga laku,karena tangan usil ini telah menyemprot dindingnya dg pilok warna hitam,grafity ceritanya,serta menggambar 'kinjeng kepenyet' ala Lilis Wiyatmo dg ukuran super jumbo.
Aku cinta HP-ku!
Ketika rasa damai membelai saat melihat gapura bertuliskan 'Sakai Sambayan',tanda memasuki wilayah Anglo,daerah tempat aku dilahirkan.
Ketika aku temui orang-orang yg dulu selalu menyapaku dg sebutan 'Adek Wiyatmo'.Melewati jembatan Is yg dibawahnya mengalir kali Is,serta masjid Jami Al Ikhlas,tempat dimana aku pernah menghabiskan waktu senja hingga Isya,latihan rebana,tidur saat menunggu waktu buka puasa,ngumpetin sendal Abah Rojak,iseng mukulin bedug,hingga cakar-cakaran dg Ferdinal Markos,teman kecilku.
Semua kenangan berdansa di otakku.
Tentang lagu 'Menthok-Menthok Tak Kandani',satu-satunya lagu yg pernah dinyanyikan Bapak sambil mengusap jidatku yg selebar lapangan voli.
Rindu masakan Ibuku.
Rindu mas Iping,kakak pertamaku,yg dulu sempat menjadi teman minum kopi.
Rindu mbak Uwi yg selalu memanggilku dg sebutan 'Lik' meski aku sangat tak menyukainya.
Juga banyak hal tentang SMAN 1 Gading.Tempat aku menghabiskan 3 tahun masa SMA.
Rindu teman-teman kelas XI-XII Bahasa.Rindu nyanyi lagu-lagu Sheila On7 di tangga kelas meski berkali-kali dikejar pak Oman.
Rindu latihan vokal grup bersama teman-teman vokal grup kelas Bahasa menyanyikan lagu daerah Lampung.
Tentang puisi 'Api-Api Kecil' yg selalu menjadi modalku saat mengikuti lomba puisi.
Juga rindu ketika menjadi 'kuncen' Mading,menjadi penyiar radio SMA,meski setengah hati karena ditempatkan dalam program tembang kenangan dan akhirnya memutuskan menjadi operator saja.
Dan aku masih cinta HP-ku!
Dan aku rindu Bumi Ruwa Jurai-ku.Aku rindu senyuman padi.Rindu pantai Tirtayasa,bau amis terminal Cimeng,patung Gajah di Bandar Lampung,keripik pisang,sambel seruit,jalan raya Way Ratay,lapangan bola Anglo,gunung Pesawaran,pasar Kedondong,perempatan Gedong Tataan,SDN 04 Is,SMPN 1 Kedondong,Bukit Bintang,pelabuhan Bakauheni,temen cowok di kosan mbah Lurah,mushola SMA,angkot Lampung-Cepat,dan Rizmandia Azhari.
Karena Rizmandia Azhari adalah cerita tentang hati yg hening,jiwa yg diam,perasaan tak bersuara,dan jeritan tanpa kata.
Karena Rizmandia Azhari adalah kenangan tentang upacara bendera,kebersamaan sunyi di mushola,sepatu di teras ruang multimedia,serta soto mbak Leni yg yummy.
Karena Rizmandia Azhari adalah sepotong mozaik hidup yg tak mungkin terhapus begitu saja.Walaupun cerita tentang hati akan tetap hening selamanya.
Lalu kerinduan tentang Lampungku pelan-pelan makin memanas dan memuncak mengalirkan air yg telah sekian lama tak menetes dari mata ini.
Dan semua kenangan tetap berdansa dalam otakku meski lagu dari HP 'super ga canggih'-ku telah berhenti.
Dan aku benar-benar rindu kenangan itu.
Rindu.
Benar-benar rindu.
Jakarta,12 Desember 2008
Tuesday, October 27, 2009
sesuatu di mata itu....
Sekilas lalu,hanya sekilas lalu ketika mata itu tiba-tiba tertuju pada mataku.Menatap hanya dengan tatapan sekilas yang dengan hebatnya mampu berbekas dalam di mata ini.Pagi hari ketika itu.Saat embun pun masih dengan lembut menyelimuti alam yang menyambut kedatangan sang bos cahaya.
Dan ternyata,siang itu di tengah panas yang menjambak rambutku,tatap itu kembali hadir dengan sekilasnya yang lebih lembut.Lebih berbekas,meskipun lebih sekilas.
Angin pun mengantarkanku melanjutkan hidup hingga suatu sore tiba dengan indahnya.Sebuah pesan singkat dari sebuah jaringan pertemanan terkirim dengan gagahnya.Dan aku bahagia…
Namun ketika bahagia itu perlahan menampakkan dirinya,tiba-tiba tatap itu hilang.Lenyap menyembunyikan dirinya di balik awan lembut di puncak gunung.
Sampai akhirnya,jadilah aku selembar daun yang terbang dibawa angin mencari pohon.Mencari pohon tempat bersandar.Terbang mendatangi setiap puncak gunung yang kata orang adalah tempat dimana pohonku berdiri dengan gagahnya.Tapi nihil….
Kata orang,”daun terbang karena terbawa angin atau karena pohon tak menginginkannya tinggal”.Tapi aku,daun yang ini,terbang bukan karena dua hal itu,tapi karena aku yang menginginkannya.
Sekarang ini,aku tetap menunggu,menuggu waktu yang tepat serta cara yang indah untuk menemukan pohonku kembali.Menemukannya dengan utuh dan gagah.
Mungkin dia disana sedang melangkah dengan dengan kerinduan.Ditemani awan,pasir,dan burung-burung yang berkicau dengan riangnya.
Dan ternyata,siang itu di tengah panas yang menjambak rambutku,tatap itu kembali hadir dengan sekilasnya yang lebih lembut.Lebih berbekas,meskipun lebih sekilas.
Angin pun mengantarkanku melanjutkan hidup hingga suatu sore tiba dengan indahnya.Sebuah pesan singkat dari sebuah jaringan pertemanan terkirim dengan gagahnya.Dan aku bahagia…
Namun ketika bahagia itu perlahan menampakkan dirinya,tiba-tiba tatap itu hilang.Lenyap menyembunyikan dirinya di balik awan lembut di puncak gunung.
Sampai akhirnya,jadilah aku selembar daun yang terbang dibawa angin mencari pohon.Mencari pohon tempat bersandar.Terbang mendatangi setiap puncak gunung yang kata orang adalah tempat dimana pohonku berdiri dengan gagahnya.Tapi nihil….
Kata orang,”daun terbang karena terbawa angin atau karena pohon tak menginginkannya tinggal”.Tapi aku,daun yang ini,terbang bukan karena dua hal itu,tapi karena aku yang menginginkannya.
Sekarang ini,aku tetap menunggu,menuggu waktu yang tepat serta cara yang indah untuk menemukan pohonku kembali.Menemukannya dengan utuh dan gagah.
Mungkin dia disana sedang melangkah dengan dengan kerinduan.Ditemani awan,pasir,dan burung-burung yang berkicau dengan riangnya.
bahasa angin...
dan angin itu menghembuskan sesejuk kesegaran yang tak biasa
ketika sang saat muncul dengan penuh keraguan
menimpangkan harapan yang selalu menyeruak dalam lubuk
hening
pelan
perlahan
namun menusuk hingga ke ulu hati terdalam…
dan angin itu meniupkan sesejuk embun yang tak biasa
pada terik yang juga sangat tak biasa
pada rasa yang begitu tak biasa
pada gundah yang membuat hidup menjadi tak biasa
dan…
angin itu berbisik perlahan tentang sebait panjang cerita
tentang kawanan burung dan capung yang terbang rendah ketika hujan
tentang setumpuk daun kering di pinggir jalan setapak
tentang pepohonan gagah yang kehilangan daunnya
tentang aku
tentang kamu
tentang kita
tentang cinta…
lalu…
bisikan angin itu mengiringi gonggong anjing yang menyalak tak tau diri dari balik pintu
ketika aku berjalan mengikuti setapak yang penuh kering dedaunan
mencari jejak kakinya yang baru saja berlari
mencari sisa hati yang mungkin saja dia jatuhkan untukku di sini
dan hai angin…
bawa rasa ini ke tempat yang sebenarnya tak terlalu jauh dari hatiku
katakan pada hati itu,
aku merindunya……..
Jakarta,27 Mei 2009
SEPI
ketika sang saat muncul dengan penuh keraguan
menimpangkan harapan yang selalu menyeruak dalam lubuk
hening
pelan
perlahan
namun menusuk hingga ke ulu hati terdalam…
dan angin itu meniupkan sesejuk embun yang tak biasa
pada terik yang juga sangat tak biasa
pada rasa yang begitu tak biasa
pada gundah yang membuat hidup menjadi tak biasa
dan…
angin itu berbisik perlahan tentang sebait panjang cerita
tentang kawanan burung dan capung yang terbang rendah ketika hujan
tentang setumpuk daun kering di pinggir jalan setapak
tentang pepohonan gagah yang kehilangan daunnya
tentang aku
tentang kamu
tentang kita
tentang cinta…
lalu…
bisikan angin itu mengiringi gonggong anjing yang menyalak tak tau diri dari balik pintu
ketika aku berjalan mengikuti setapak yang penuh kering dedaunan
mencari jejak kakinya yang baru saja berlari
mencari sisa hati yang mungkin saja dia jatuhkan untukku di sini
dan hai angin…
bawa rasa ini ke tempat yang sebenarnya tak terlalu jauh dari hatiku
katakan pada hati itu,
aku merindunya……..
Jakarta,27 Mei 2009
SEPI
Monday, July 13, 2009
What I can catch this morning....
Noe Letto said that his motto is -Life is like taking a bath in someone else's house-.
Yes,I do agree with him.Everything isn't ours.It's borrowed by Him.And He can take it back anytime.
We just borrow.So we've to use it as well as possible.
Use our life to do something.Something useful.
The second is from Patub Letto,-Devote yourself to the process and don't ever think about the result.
To continue what Noe said above,everything is borrowed by God.So,to reach what we want,we have to do process.Try to the best process.
But never think about the result.Just do our life.Do it the best.
Dhedot Letto said about to -Keep the high spirit-
find the relation about it.When we are doing the process,don't ever give up!
Keep the high spirit.
So,SPIRIT!!!!
The last is from Ari Letto,-keep our environment-.
To complete our job in the world,let's love our earth.
Stop global warm(N)ing!!!
"I care,yes I do care,if you're the one whom I can lean my heart on"...
Yes,I do agree with him.Everything isn't ours.It's borrowed by Him.And He can take it back anytime.
We just borrow.So we've to use it as well as possible.
Use our life to do something.Something useful.
The second is from Patub Letto,-Devote yourself to the process and don't ever think about the result.
To continue what Noe said above,everything is borrowed by God.So,to reach what we want,we have to do process.Try to the best process.
But never think about the result.Just do our life.Do it the best.
Dhedot Letto said about to -Keep the high spirit-
find the relation about it.When we are doing the process,don't ever give up!
Keep the high spirit.
So,SPIRIT!!!!
The last is from Ari Letto,-keep our environment-.
To complete our job in the world,let's love our earth.
Stop global warm(N)ing!!!
"I care,yes I do care,if you're the one whom I can lean my heart on"...
Thursday, July 9, 2009
Kesurupan...
Waktu sma,gw nangkring di jurusan bahasa.Jurusan yg kata anak ipa sm ips anak2nya nyeleneh(hah???).
Dulu sempet ikut ngurusin mading sekolah jd kuncen.Dan sempet sangat menggilai nulis.Ada daun gerak aja langsung bikin cerpen.Pensil ilang bikin puisi.Tiap hari kesurupan sastrawan.Kadang tiba2 bisa membinatang jalang ala chairil,trus besoknya berasa jd rafiah di roman salah asuhan,kadang berasa jd siti nurbaya,dan sekarang ternyata bercokol(uelek tenan bahasa cah) di kampusnya sutan takdir alisjahbana.
Berbagai buku dan puisi dari berbagai angkatan gw lahap.Sampe enek,kadang muntah2.(idiiiiiih,jorok dah si eneng).
Dulu pernah tergila2 juga sm soe hok gie.Sampe nyari browsing tentang dia di internet tiap hari.Karena Soe hok gie juga gw jd suka sama gunung dan makin tresno sm pantai.
Dan ini ada beberapa puisi norak yg pernah gw buat pas masih kesurupan para penyair dulu.Sumpah dah,malu gw bacanya...
My dreams...
Demi dirimu
rela ku jalani hari-hari dg mulut terkunci
Demi dirimu
rela ku jalani hari dg airmata yg tak pernah menetes
aku...
Yang masih kaku menatap lesu
dari balik lingkaran besi
aku
dan di depanku
hampa
dan aku...
Orang yg masih kaku
dalam duduk mematung
seperti batu...
Hari ini saja...
Hari ini
aku mencintaimu
dg segenap rasa
sepenuh jiwa
dan ku pikir hari ini
tak ada hati yg sanggup menggantimu...
Hari ini
aku mencintaimu
dan berpikir
tak akan terusik pintu hatiku
tetap dirimu,untuk dirimu dan hanya dirimu...
Hari ini
semua untukmu
walaupun apapun
hari ini aku mencintaimu...
Hari ini aku mencintaimu
entah besok,lusa atau jam berikutnya...
Malam Jahanam...
Di malam-malam yg kering
lagu kehidupan di lantunkan
detik-detik menuju bisu
bulan bukan lagi keindahan
tapi ceceran petaka dari siang jahanam
aroma mulut yg busuk menuba udara
untuk apa ku teruskan basa basi ini
tubuhku lumpuh
bila ingat tentang malam
di malam-malam yg kering
adakah sesal yg panjang???
To be continue...
adhus sek yooo,panas bgt ki,,,
Dulu sempet ikut ngurusin mading sekolah jd kuncen.Dan sempet sangat menggilai nulis.Ada daun gerak aja langsung bikin cerpen.Pensil ilang bikin puisi.Tiap hari kesurupan sastrawan.Kadang tiba2 bisa membinatang jalang ala chairil,trus besoknya berasa jd rafiah di roman salah asuhan,kadang berasa jd siti nurbaya,dan sekarang ternyata bercokol(uelek tenan bahasa cah) di kampusnya sutan takdir alisjahbana.
Berbagai buku dan puisi dari berbagai angkatan gw lahap.Sampe enek,kadang muntah2.(idiiiiiih,jorok dah si eneng).
Dulu pernah tergila2 juga sm soe hok gie.Sampe nyari browsing tentang dia di internet tiap hari.Karena Soe hok gie juga gw jd suka sama gunung dan makin tresno sm pantai.
Dan ini ada beberapa puisi norak yg pernah gw buat pas masih kesurupan para penyair dulu.Sumpah dah,malu gw bacanya...
My dreams...
Demi dirimu
rela ku jalani hari-hari dg mulut terkunci
Demi dirimu
rela ku jalani hari dg airmata yg tak pernah menetes
aku...
Yang masih kaku menatap lesu
dari balik lingkaran besi
aku
dan di depanku
hampa
dan aku...
Orang yg masih kaku
dalam duduk mematung
seperti batu...
Hari ini saja...
Hari ini
aku mencintaimu
dg segenap rasa
sepenuh jiwa
dan ku pikir hari ini
tak ada hati yg sanggup menggantimu...
Hari ini
aku mencintaimu
dan berpikir
tak akan terusik pintu hatiku
tetap dirimu,untuk dirimu dan hanya dirimu...
Hari ini
semua untukmu
walaupun apapun
hari ini aku mencintaimu...
Hari ini aku mencintaimu
entah besok,lusa atau jam berikutnya...
Malam Jahanam...
Di malam-malam yg kering
lagu kehidupan di lantunkan
detik-detik menuju bisu
bulan bukan lagi keindahan
tapi ceceran petaka dari siang jahanam
aroma mulut yg busuk menuba udara
untuk apa ku teruskan basa basi ini
tubuhku lumpuh
bila ingat tentang malam
di malam-malam yg kering
adakah sesal yg panjang???
To be continue...
adhus sek yooo,panas bgt ki,,,
Subscribe to:
Posts (Atom)
