Saturday, January 19, 2013

She's Still The Best And Will Always Be...

     Vita Marissa, salah satu nama yang berhasil membawa nama Indonesia ke kancah internasional lewat tepakan raket dari tangannya. Atlet kelahiran tahun 1981 ini adalah salah satu pilar kuat yang pernah dimiliki Indonesia satu dasawarsa terakhir ini. Lewat pukulan tangan yang mnghunjam, Vita berhasil memberikan banyak gelar bagi negara ini.

     Dia adalah atlet serba bisa dan mampu bermain dengan siapa saja. Tercatat beberapa nama yang sukses bersama Vita Marissa. Nova Widianto, Liliyana Natsir, Flandy Limpele, Nadya Melati, Hendra Aprida Gunawan, Hendra Setiawan, Muhammad Rijal, serta sekarang Variella Aprilsasi Putri Lejarsar dan Praveen Jordan.

     Mungkin tidak banyak lagi waktu baginya untuk mencetak prestasi lebih banyak karena usianya sudah tidak muda lagi. Namun semangatnya yang tetap menyala serta jiwa mudanya yang tetap berkobar adalah cerminan dari jiwa Srikandi yang dia miliki.

     Masa keemasannya memang sudah lewat, dan sinar kebintangannya tidak lagi seterang dulu. Namun semangat untuk tetap memajukan bulutangkis Indonesia selalu mengiringi langkah dan setiap ayunan raketnya. Pukulannya masih ditakuti lawan. Dan sorot optimisme masih terpancar terang matanya.

     Vita Marissa, legenda yang semoga tidak dilupakan oleh Indonesia.

     Indonesia masih membutuhkan tenaga dan pikirannya untuk kembalinya prestasi yang seharusnya kita miliki. Suatu saat nanti, bila tenaganya sudah tidak memungkinkan untuk berjuang di lapangan hijau, dia akan tetap menjadi yang terbaik yang pernah ada.

     Dia adalah satu dari deretan nama atlet bulutangkis wanita Indonesia yang tetap bertahan dan konsisten dalam berkarir. Dia cerminan wanita Indonesia yang kuat dan tidak mudah menyerah.

     Semoga di penghujung karirnya ini, Vita Marissa masih bisa memberikan prestasi bagi Indonesia.

     Sukses selalu, ci Vita. You're still the best and will always be!!!
    




Wednesday, January 16, 2013

Langit Sedang Fitness

     Blog ini ditulis karena kebosanan yang melanda pagi akibat tidak adanya karyawan yang dateng ke kantor karena Jakarta mendapat kiriman 'harta karun' dari Bogor dan langit yang kemungkinan lagi fitness tidak berhenti meneteskan keringat sejak semalam.

     Ini banjir Jakarta terbesar yang pernah beta alami sejak tahun 2007 karena beta yang tidak pernah merasakan banjir dikarenakan tinggal di pegunungan Himalaya yang tingginya jauh dari permukaan laut. Banjir Jakarta tahun 2007 ane pulang kampung ke Venus dan alhamdulillah seru sekalian alam nggak ngerasain itu yang namanya Jakarta berubah jadi Venesia van ist.

     Dan hari ini, beta sebagai karyawan teladan se-Geoservices, udah nongkrong mainan sama kucing kantor manja-suka-nempel-gelendotan-dikata-dia-LeeYongDae-kali sejak jam 6 pagi. What a super hard worker girl.

     Jadi, siapa yang harus disalahkan dengan efek banjir yang datang tak dijemput pulang tak diantar ini? Nggak ada. Karena ya daripada rempong nyalahin orang alangkah lebih baik kita bijak mempersiapkan mantrol dan membungkus busi motor takut nanti kejadiannya kayak motor teman beta yang businya perlu dilaminating karena kalo keujanan motornya ngambek dan hobinya minta didorong. Dan bagi pengguna mobil, ya mendingan situ pada bobok manis aja di rumah, minum teh atau coklat panas di depan perapian sambil makan marshmellow dan mendengarkan ibumu membacakan dongeng tentang Cinderella. Dan untuk orang semacam saya yang tidak punya mobil, motor ataupun sepeda apalagi pesawat jet, karena kalopun punya pesawat jet paling ujung-ujung cuma jadi kapal selam, kalo masih di rumah, ya anteng aja di rumah ngurus anak kalo udah punya anak, kalo belum ya mdr hahahaa

     Dan disarankan kalo seandainya nanti mau beli mobil atau mau tuker dengan yang baru, mendingan beli yang tinggi aja kayak Alphard gitu. Soalnya mobil semacam itu selain sebagai alat tranportasi juga bisa dijadikan semacam losmen. Ya tau sendiri kan itu mobil gedenya kayak kos-kosan kamar mandi dalem.

     Sekarang ini terpantau baru beberapa gelintir manusia yang tiba dengan selamat di kantor meskipun bentuknya udah kayak umang-umang kebawa arus. Dan saya berharap semoga listrik tidak mati karena akan susah nguburnya.

     Tugas saya sebagai operator telpon sebuah perusahaan pertambangan yang biasanya melayani pertanyaan seputaran hasi sumber daya alam yang tidak dapat diprbaharui seperti batubara, batu granit, batu kali dan batu batere ini, merubah-fungsikan diri menjadi humas TMC Polda Metro Jaya bagian penanganan lalu lintas yang menjawab telpon seputaran banjir di sekitar Jl. Minangkabau dan sekelilingnya.

     Nah terus ngapain lagi ini? Ya taking it easy *matamaaaa easy*.

     Dan busetnya saya yang sangat mencintai bulutangkis ini malah daritadi ngebayangin betapa hangatnya dipeluk Lee Yong Dae pas ujan-ujan gini. Mungkin seandainya dia warga Jakarta dan dese adalah suami beta, saat ini kami sedang berada di balik selimut di atas tempat tidur bercanda sambil memainkan kaki masing-masing, saling peluj menceritakan masa depan yang berembun di balik kaca yang mendingin. Juga membicarakan rencana pindah ke Korea karena mungkin di sana nggak kena banjir tapi menyadari bahwa dapur dan ruang tamu kami sudah tergenang air. Oke, ini jelas khayalan seorang pemimpi. You may say I'm a dreamer, but I'm not the only one. Mungkin banyak gadis-gadis di luar sana yang juga masih sempat membayangkan hal seperti ini di tengah kepungan banjir setinggi pinggang.

     Dan kalo semisal sampai sore keadaan masih tetap seperti ini mungkin ane akan menjadi pengkhayal yang khayalannya bisa difilmkan.

     Mari kita berharap semoga langit istirahat dari fitness-nya dan berhenti mengeluarkan keringat sejenak agar saya bisa pulang dan kembali mengkhayal tentang hal-hal yang hangat lainnya.

Jakarta, 17 Januari 2013

    

    


Elyede, aku kudu piye?

     Barusan baca blognya mbak wartawan pbsi di http://po.st/EPQkwF tentang pengalamannya sepesawat sama manusia dengan level ketampanan mendekati sempurna, Lee Yong Dae, tiba-tiba aku langsung pengen jadi pramugari Korean Airline. Duh, itu manusia satu bisa bikin orang merubah prinsip hidup kayaknya saking gantengnya *ngiler*

      Kira-kira itu dulu Umma-nya Yong-Dae ngidam apa ya bisa punya anak se-anu itu? Orang Korea memang hampir rata-rata mukanya kayak putra mahkota semua, mau yang pemain pelem ataupun penyanyi yang pada hobi ngecat rambut itu mukanya alamak semua. Tapi yang bikin si makhluk yang kemungkinan masih kecipratan kesaktiannya Batara Kamajaya itu makin bikin orang pengen mengubah haluan dan buritan hidup adalah karena dia bisa smash. Gusti Allooooh, makin dia kenceng nyemes, makin lemes lah ini dengkul *ngiler lagi*

     Dan aku yakin bocah-bocah di Istora yang jejeritan tiap dese ngedip itu juga mungkin awalnya ga suka bulutangkis. Tapi ya siapa yang berani nolak kharisma seorang manusia bernama Lee Yong Dae ini?

     Pas beberapa bulan yang lalu foto-foto dia lagi cium-ciuman sama cewek yang katanya pacarnya di kolam renang beredar, banyak banget manusia di twitter yang tiba-tiba mengecam si polos yang kalo mangap makin seksi ini. Kalo aku sih lebih berharap ada foto yang lebih jelas, kalo bisa sekalian videonya :">

     Di list resolusiku tahun ini, namanya juga ikut tertulis sebagai harapan besar. Semoga tahun ini bisa ketemu Lee Yong Dae dengan lebih jelas dari tahun kemaren, kalo bisa sih sekalian foto bareng, terus makan bareng, sekalian diajak ke Korea dikenalin sama Umma *ngelunjak* :))

     Cuma mau nulis gitu doang sih hihihi


Saturday, January 12, 2013

Edi Subaktiar, The Lucky Everyday Man!!!

     Pukul 06.00 pagi tadi, reminder ponselku menyuarakan lagu Life is Wonderful milik Jason Mraz. Lagu ini terakhir berbunyi di reminder handphone pada tanggal 27 Desember lalu saat Shintaro Ikeda berulang tahun.

     Aku ambil ponsel yang tergeletak di atas meja sambil tempat tidurku. Aku baca reminder-nya dengan mata yang masih setengah tertutup. "Edi's birthday" terbaca di situ.

                      *     *     *

     Edi Subaktiar, dengan tanpa mengurangi kekagumanku pada atlet muda PB Djarum yang lain, Edi adalah salah satu yang bisa membuatku percaya bahwa Indonesia belum putus harapan. Di tengah prestasi bulutangkis Indonesia yang jauh dari segala macam prestasi membanggakan, muncul anak muda bernama Edi Subaktiar yang menyiratkan bahwa masa keemasan itu akan kembali.

     Anak muda dari Sidoarjo ini adalah salah satu atlet binaan PB Djarum dengan prestasi yang konsisten. Serangkaian juara Sirnas, juara Kejurnas 2 tahun berturut-turut dengan pasangan berbeda, juara Tangkas Specs Junior Challenge, Malaysia Youth under-19, Banuinvest International, Dutch Junior, Asian Youth under-19 Championship serta puncaknya menjadi juara dunia junior di ganda campuran tahun ini.

     2012 mungkin menjadi tahun terindah bagi seorang Edi Subaktiar. Lewat usaha kerasnya, tahun ini pemanggilan dari PBSI akhirnya dia dapatkan. Langkah baru yang tentunya diidam-idamkan oleh hampir semua atlet bulutangkis di Indonesia.

     Langkah baru akan segera dijejaki. Langkah yang tentunya akan membawanya pada masa depan yang cerah.

     I'm not really sure you will read this post, Edi. Tapi balasanmu di whatsapp pagi ini sudah meng-amini semua doa yang tidak aku tuliskan. Kembalikan emas Olimpiade ke Indonesia, jadilah juara di manapun kamu berada.

     Stay humble, Edi. Stay strong and lucky, and you will reach everything you want.






"Sometimes the world can make you feel you're not welcome anymore, and you beat yourself up, you let yourself gettin' mad, and in those time when you stop lovin' the women I adore, you could relax because babe I got your back" - The Women I Love by Jason Mraz

    

    

    


Thursday, January 10, 2013

Manfaat Es Buah di Malam Hari

     Ada yang kaget nggak baca judulnya? Atau at least protes gitu kek biar keren dikit, biar saya bisa kayak bloger-bloger lain gitu. Gimana? Nggak ada? Okesip.

     Tulisan ini sama sekali nggak ada hubungannya sama es buah atau makanan. Kenapa dikasih judul kayak gitu? Ya terserah saya dong, kan saya yang punya blog, jadi kamu kamu kamu kamu kamu tinggal baca aja. Oke? Saya memang oke kok.p

     Kali ini saya mau cerita tentang pangerannya dunia bulutangkis dunia. Di dalam bayangan saya, tim-tim bulutangkis dari tiap negara itu ibarat susunan peran dalam sebuah kerajaan.

     Tim China dalam bayangan saya, baik putra maupun putri, merupakan barisan tentara militer. Ya bisa dilihat dong dari bentuk dan ekspresi muka mereka di lapangan. Kekar, otot semua, dan datar. Nggak tau itu mereka lagi seneng atau merana, ekspresinya gitu aja kayak tentara yang siap tempur.

     Tim Malaysia dalam bayangan saya adalah para bangsawan, seperti juga tim dari Britania Raya. Nggak tau kenapa, mungkin karena inget Tengku Fahri mantan suami Manohara, okeskip.

     Thailand adalah tim yang menurut saya merupakan rakyat dari daerah wisata, santai, senyum, kadang menang kadang kalah. Selo aja gitu.

     Sedangkan Denmark dan Indonesia adalah kumpulan para cendekia, Begawan atau apalah semacamnya. Dan Jepang merupakan penyedia teknologi bagi kerajaan bulutangkis.

     Dan satu lagi tentu saja Korea, tim ini adalah tim yang berisi para putri mahkota dan pangeran kerajaan. Dan pangeran yang paling anu adalah siapa lagi kalau bukan si Es Buah yang mukanya minta disruput, Lee Yong Dae.

     Bagi pecinta bulutangkis di era 2000an, pasti tidak asing dengan si bocah pencuri hati wanita sejuta umat manusia ini. Dimulai dengan wink style-nya ketika selebrasi kemenangan seusai mengalahkan Nova Widianto/Liliyana Natsir di final Olimpiade Beijing 2008. Itu adalah kali pertama sosok dengan muka polos ini banyak dibicarakan khalayak ramai.

     Sebelumnya dia pernah menjuarai Asian Junior Championship di tahun 2006, namun sosoknya baru benar-benar mendunia lewat wink style yang menggemaskan itu.

     Sejak saat itu Lee Yong Dae yang sebelumnya masih agak culun, mulai mencuri hati banyak gadis remaja, tidak terkecuali saya tentunya :D

     Yang menggemparkan Indonesia Raya yang gemah ripah loh jinawi ini adalah aksinya buka baju memperlihatkan perutnya yang dibagi enam kotak itu saat Thomas Cup di Istora. Saya sih cuma nonton di tv, tapi tetep aja ikut nganga :O

     Dan makin ke sini, bukannya makin layu kok malah makin menggemaskan. Potongan rambutnya yang dulu culun ala kadarnya sekarang udah berubah bak bintang K-Pop yang juga mencuri hati banyak wanita. Ini Korea kenapa isinya makhluk pencuri hati semua?

     Saya baru sekali ketemu langsung. Eya nggak langsung juga sih. Dia di lapangan, sayanya di kursi penonton. Tapi karena saya duduk di vip, jadi ya anggep aja ketemu langsung, ye ga? :">

     Nah, beberapa waktu terakhir, saya merasa ini manusia makin terlihat seger kinyis-kinyis kayak es buah. Entah kenapa saya harus pakai perumpamaan ini. Tapi setiap lihat mukanya, saya jadi haus dan pengen buru-buru minum.

     Dan karena sering kehausan tengah malam gara-gara kepikiran Lee Yong Dae yang sruput-able itu, maka dari itu dan oleh sebab itu, saya putuskan untuk nge-print 1 lembar mukanya si Yoyong ini terus ditempel di tembok samping tempat tidur. Jadi kalo saya bobok madep ngalor akan terlihat si Yoyong yang lagi keringetan sambil mangap, dan saya akan pulas kembali karena rasa haus saya terobati.

     Sebenarnya sih sebagai istri,saya merasa bersalah sama Shintaro Ikeda dengan tindakan ini, tapi namanya haus mau gimana lagi :D

     Saya sarankan kepada teman-teman yang menyukai jenis muka pria oriental terutama dari negeri ginseng, mending nggak usah kebanyakan ngeliatin foto-foto Lee Yong Dae atau nyari video-video LYD di banyak tempat, karena akhirnya nanti bisa dehidrasi kalau pas lagi nggak ngeliat mukanya. Kayak saya :(

     Tapi kalau untuk yang sudah terlanjur seperti saya, yaudah sekalian nyemplung aja di kolam es buah nan seger itu. Mula elyedeh yang kelebihan vitamin A dan C itu akan membuat kita -yang kuat- akan semakin sehat, apalagi dinikmati tengah malam di saat cuaca dingin.

     Oke deh, sampai di sini saja cerita kita tentang es buah campur ginseng yang menambah stamina ini. Semoga kita bertemu lagi di cerita-cerita selanjutnya. Dadaaaahhh

    


Tuesday, January 8, 2013

Korea Open SSP Day 1

     Jakarta yang basah sejak semalam harus ditambah basah dan dingin karena kabar beberapa kekalahan dari Korea. Ya, hari kedua Korea Open SSP dibuka dengan kekalahan Pia/Rizky dari pasangan Denmark, Kamilla Ritter Juhl/Christina Pedersen dalam 3 game. Daftar kekalahan semakin bertambah saat Suci Rizky Andini/Della Destiara, Hendra Setiawan/M. Ahsan, dan Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra AG juga harus bertumbangan dari lawan-lawannya dua set langsung. What an unlucky day.

     Awal yang buruk untuk mengawali turnamen pembuka tahun ini.

     Masih ada Vita Marissa/Variella Aprilsasi, Tontowy/Liliyana, Lindaweni, Firdasari, Tommy Sugiarto, Sony DK,Kido/Alvent, serta Rijal/Debby yang akan bertemu Vita Marissa/Praveen Jordan.

     Kita doakan saja semoga wakil-wakil yang ada dapat menjalankan tigas dengan baik. Bismillah...

    

    

Sunday, January 6, 2013

Korea, Awal Baru, (semoga) Prestasi Baru

     Selamat datang Januari...

     Tidak ada yang lebih menggembirakan selain rasa syukur kepada Sang Pencipta karena kita masih diijinkan tersenyum menyambut hari baru dengan harapan-harapan baru.

     Banyak harapan baru dimulai. Dan awal tahun ini saya putuskan untuk menatap langkah para atlet bulutangkis Indonesia yang baru saja berangkat ke negeri ginseng, Korea. Bukan untuk menonton konser boyband Korea atau untuk melihat Rain yang katanya sedang dihukum karena mangkir dari wajib militer, tapi untuk kembali berjuang mengangkat kembali prestasi yang telah lama tidak kita dapatkan.

     Kali ini Indonesia memberangkatkan tim terbaik ke Korea. Nama-nama lama seperti Kido/Alvent, Yonathan/AG, Pia/Rizky dan tentunya Owy/Butet yang tetap menjadi andalan serta nama-nama lain dikirim untuk memastikan bahwa Indonesia masih punya kekuatan.

     Pengurus baru, prestasi baru. Seperti itulah seharusnya yang diinginkan. Program kerja yang beberapa waktu lalu telah dibeberkan oleh Kabid Binpres baru, Rexy Mainaki memberi setitik harapan akan kebangkitan bulutangkis Indonesia.

     Semoga Korea Open Super Series Premier adalah tonggak awal bangkitnya bulutangkis kita. Mari bersama-sama kita awali langkah di turnamen pembuka ini dengan bismillah dan penuh harap semoga Tuhan menyertai langkah para atlet yang akan bertanding Selasa besok.




Nb: Salam buat Lee Yong Dae ya temen-temen :))