Monday, March 7, 2011

Demi waktu dan segala sesuatu yang berkaitan dengan rindu, aku ingin sekali menyapamu, walau dengan isyarat yang tak kau ketahui, agar tak seorang pun tau...
Dan maka biarkanlah aku tetap mengagumimu dengan sajak bisu.

Tuesday, January 11, 2011

"Serahkan saja gelisah ini pada langit yang selalu setia pada biru,
pada daun yang tetap tepat waktu menesteskan embun,
dan pada hati kita yang senantisa berlindung padaNya..."

Saturday, January 1, 2011

2011 RESOLUTION

1. Dapet pekerjaan baru yang jauuuuuuuh lebih baik dan jauuuuuh lebi menghasilkan biar bisa nabung buat tahun 2012.
2. Bisa beli barang-barang kebutuhan rumah tangga. *apadehhhh....*
3. Olahraga, biar badannya bisa kayak Shakira *Loca...Loca....Loca....*
4. Bisa ngasih "sesuatu" buat orang tua.
5. Ketemu Bembeng Pemengkes,dari jauh juga gak papa dehhhh
6. IKHLAS
yang lain nyusul...
BANZAIIIIIIII.....

Thursday, December 30, 2010

an amazing email reply

From: Hafri Racmad Rinaldy
View Contact
To: Lilis Lilis
________________________________________
ini buat aku de'. aku jadi merinding bacanya de'

--- Pada Ming, 5/12/10, Lilis Lilis menulis:

Dari: Lilis Lilis
Judul:
Kepada: dimana_hafri@yahoo.com
Tanggal: Minggu, 5 Desember, 2010, 10:56 AM
Bila bumi berhenti berputar, posisi seperti apa yang kamu inginkan?
Aku ingin ketika waktu itu datang,
aku sedang nyaman di pelukanmu..
Bercerita tentang burung-burung dan capung yang terbang rendah ketika hujan,
dan rumah-rumah mungil di puncak gunung yang berkabut..

Bila bumi berhenti berputar, posisi seperti apa yang kamu inginkan?
Aku mau saat waktu itu datang,
aku tidak terpisah darimu...
tanganku ada di genggaman tanganmu...
Dan aku masih bisa mendenger hangat suaramu...

Karena setelah bumi berhenti berputar,
Aku takut tak bisa lagi merasakan genggaman tanganmu...
Karena setelah bumi berhenti berputar,
Aku takut kehilangan saat-saat dimana aku lupa akan segala beban dan masalah yang terkadang sering aku buat sendiri...
Dan karena aku begitu takut kehilangan pundak itu...

Karena...

Bila bumi berhenti berputar,
Aku masih ingin ada di dekatmu...

Elegi Yang sama

aku sempat pernah ingin bersamamu
berpikir bahwa pundakmu memang untukku
bahkan berharap ada di nyaman pelukmu,
ketika bumi tak berputar lagi

aku sempat pernah ingin bersatu denganmu
berharap kesunyian bintang hanya milik kita
hembus dingin angin teman bermain kita
dan lirihnya mendung adalah pelangi di senja kita

aku sempat pernah ingin menjadi rusukmu
menutup lubang di dada kirimu
agar terjaga senantiasa

dan aku sempat pernah ingin menyebutmu sandaranku
mengumumkan pada dunia, siapa dirimu
memberitahukan pada semesta, kaulah kebanggaanku

tapi yang terjadi,
kisah ini tak lebih baik dari elegi sebelumnya
tak lebih indah dari ode-ode yang pernah ada

air masih jernih saat aku sadar aku bukan apa-apa,bukan siapa-aiapa

dan aku sempat pernah tidak ingin menulis ini
tapi tentangmu,terlalu menusuk untuk kusimpan sendiri...


25122010, 23:20

Sunday, October 3, 2010

Ketidakmengertian...

Belum terlalu siang ketika aku mulai menulis lagi.Bercengkrama dg otak bermasalah dan jiwa sakit ini.Belum terlalu siang saat jiwa sakit ini meronta,meminta lepas dari jeruji besi ketidakmengertian yang sekian lama menjadi bui.Rantai itu turut mempertegas suasana,bahwa jiwa ini memang sakit,otak ini memang bermasalah dan pikiran culun ini pun turut memeriahkannya.Daun masih hijau,angin masih bertiup,ombak masih di laut,ikan belum letih berenang,dan aku pun masih di sini.Di sudut kota ini.Mungkin inilah kulminasi dari apa yang kusebut mencari.Titik didih dari semua bentuk ketidakmengertian akan sebuah arti yang hingga kini,entah dimana kamusnya.Lagu itu tak bisa aku dengarkan,meski volumenya begitu memekakkan telinga.Aroma wangi itu tak dapat kuhirup,meski telah kukembangkan lubang hidung dan kutata bulu hidungku sedemikian rupa.Aku tetap tak bisa.Dia tetap tidur lelap di kotak tua yang berdinding kelabu dan kedinginan.Entah sampai kapan waktunya.Aku tak tau dan tetap bodoh menganggap ini nyata.Separuh bagian hati yang lelah ini tetap tak bisa terima kata mereka,yang mengatakan bahwa ini fatamorgana di kefanaan tak berujung ini.Masih lelah mata ini.Menatap satu titik kosong dan hampa,dg abu-abu serta aroma tak sedap yang menuba udara.Dan tetap tak mengerti.Mengapa masih rela mata ini menatap.Walau tetesnya semakin deras.Masih dengan ketidakmengertian tanpa ujung dan pangkal,tanpa hulu dan hilir,tanpa akar dan daun.Aku tak tau awal dari ketidakmengert4an ini,dan aku pun tak tak mengerti tentang akhir dari semua ini.

Dan semakin aku menulis,ketidakmengertian ini semakin nyata terlihat.Lalu dimana aku harus mencari kamusnya?

Monday, September 27, 2010

fruit garden in the desert

Tulisan ini dg ragu saya tuangkan di sini,tulisan tentang perasaan dan bagaimana aku menjalani hidup di hari-hari yang penat ini.Karena hanya di sini aku bisa meluapkan semua perasaan yang ada.Ya,aku memang tidak pernah bisa mengatakan semuanya dengan kata-kata.

Siapa yang tak mengenal kata-kata hampa,sunyi dan gersang?Everybody know.Ketiga kata tersebut benar-benar melukiskan guratan dalam sketsa batinku.

Bertahun-tahun aku hidup dengan memendam perasaan itu.Kesemuanya seperti telah menyatu dalam simfoni darah yang mengaliri tubuhku.Baiklah,aku terlalu lemah untuk hal ini.

Aku selalu sering merasakan bahwa sepertinya hidupku tanpa makna,tanpa emosi dan menjemukan.

Aku selalu merasa berjalan sendirian.

Salahku memang,aku terlalu rapat menyimpan kehampaan semuanya.

Aku memang tertawa,bercanda,berteriak meledak-ledak,memaki dan terlihat bahagia menjalani kehidupan.Tapi itu hanya bagian dari skenario komedi yang aku ciptakan untuk menutupi elegi yang menjadi serial dalam hidupku.

'Life is Comedy',itu yang selalu aku katakan dan aku jalankan.Yah,hanya sebuah komedi,dan akulah aktor dalam kisah komedi itu.Seorang komedian harus selalu tampil dalam keadaan gembira untuk membuat bahagia orang lain yang menonton komedi hidup kita.Apa pun yang sedang dirasakan.
'namanya juga komedi',kata Kasino.

Aku sendiri merasakan nafas yang aku hidup dan aku hembuskan hanya sekedar untuk bertahan hidup semata.Apakah nikmat rasanya bernafas seperti itu?Tak akan ada seorang pun yang mengiyakannya.

Hari-hariku benar-benar sunyi.

Aku tak pernah bisa menceritakan kegundahan yang aku rasakan pada orang lain,bahkan Ibuku sendiri.

Aku tau,aku punya banyak teman yang pasti akan sangat bersedia meluangkan waktu untuk mendengarkan aku bercerita ketika aku punya masalah.Aku tau mereka ada.Tapi aku mdmang tak bisa berbagi dengan orang lain.

Aku selalu takut dipandang lemah dan dianggap menyusahkan.Sehingga aku sedapat mungkin memendam dan menyimpan apa pun yang tesjadi.Naif sekali ya?Dan sombong tentunya.

Tak ada seorang pun kuizinkan memasuki rahasiaku,karena itu adalah aib bagiku.Hati dan perasaanku telah terbiasa terkunci dg rapat dan entah dimana anak kunci yang dapat membukanya.Aku pun tak ingat dimana anak kunci itu berada.Atau jangan-jangan memang anak kunci itu tak pernah ada karena memamang hatiku tak mem4liki pintu?

Kata orang bijak,'peti boleh dikunci dg rapat,tapi jangan pernah buang anak kuncinya.'

Aku mulai tidak percaya pada keberuntungan,karena bagiku,saat kita percaya bahwa lucky atau hoki itu ada,maka saat itu kita men-judge bahwa Tuhan itu tidak adil.

Aku lebih percaya bahwa it's just about TIME.Mungkin waktuku saja yang agak ngadat.

I know I have an amazing family,many wonderful friends,and a very BIG GOD.That's enough!

Dear God,jangan sampai biarkan aku meninggalkanmu.

Dear Mom,you're the one who can hug me in every way.

Dear Tasia,you can coy you have strength.



Love Life