Thursday, January 10, 2013

Manfaat Es Buah di Malam Hari

     Ada yang kaget nggak baca judulnya? Atau at least protes gitu kek biar keren dikit, biar saya bisa kayak bloger-bloger lain gitu. Gimana? Nggak ada? Okesip.

     Tulisan ini sama sekali nggak ada hubungannya sama es buah atau makanan. Kenapa dikasih judul kayak gitu? Ya terserah saya dong, kan saya yang punya blog, jadi kamu kamu kamu kamu kamu tinggal baca aja. Oke? Saya memang oke kok.p

     Kali ini saya mau cerita tentang pangerannya dunia bulutangkis dunia. Di dalam bayangan saya, tim-tim bulutangkis dari tiap negara itu ibarat susunan peran dalam sebuah kerajaan.

     Tim China dalam bayangan saya, baik putra maupun putri, merupakan barisan tentara militer. Ya bisa dilihat dong dari bentuk dan ekspresi muka mereka di lapangan. Kekar, otot semua, dan datar. Nggak tau itu mereka lagi seneng atau merana, ekspresinya gitu aja kayak tentara yang siap tempur.

     Tim Malaysia dalam bayangan saya adalah para bangsawan, seperti juga tim dari Britania Raya. Nggak tau kenapa, mungkin karena inget Tengku Fahri mantan suami Manohara, okeskip.

     Thailand adalah tim yang menurut saya merupakan rakyat dari daerah wisata, santai, senyum, kadang menang kadang kalah. Selo aja gitu.

     Sedangkan Denmark dan Indonesia adalah kumpulan para cendekia, Begawan atau apalah semacamnya. Dan Jepang merupakan penyedia teknologi bagi kerajaan bulutangkis.

     Dan satu lagi tentu saja Korea, tim ini adalah tim yang berisi para putri mahkota dan pangeran kerajaan. Dan pangeran yang paling anu adalah siapa lagi kalau bukan si Es Buah yang mukanya minta disruput, Lee Yong Dae.

     Bagi pecinta bulutangkis di era 2000an, pasti tidak asing dengan si bocah pencuri hati wanita sejuta umat manusia ini. Dimulai dengan wink style-nya ketika selebrasi kemenangan seusai mengalahkan Nova Widianto/Liliyana Natsir di final Olimpiade Beijing 2008. Itu adalah kali pertama sosok dengan muka polos ini banyak dibicarakan khalayak ramai.

     Sebelumnya dia pernah menjuarai Asian Junior Championship di tahun 2006, namun sosoknya baru benar-benar mendunia lewat wink style yang menggemaskan itu.

     Sejak saat itu Lee Yong Dae yang sebelumnya masih agak culun, mulai mencuri hati banyak gadis remaja, tidak terkecuali saya tentunya :D

     Yang menggemparkan Indonesia Raya yang gemah ripah loh jinawi ini adalah aksinya buka baju memperlihatkan perutnya yang dibagi enam kotak itu saat Thomas Cup di Istora. Saya sih cuma nonton di tv, tapi tetep aja ikut nganga :O

     Dan makin ke sini, bukannya makin layu kok malah makin menggemaskan. Potongan rambutnya yang dulu culun ala kadarnya sekarang udah berubah bak bintang K-Pop yang juga mencuri hati banyak wanita. Ini Korea kenapa isinya makhluk pencuri hati semua?

     Saya baru sekali ketemu langsung. Eya nggak langsung juga sih. Dia di lapangan, sayanya di kursi penonton. Tapi karena saya duduk di vip, jadi ya anggep aja ketemu langsung, ye ga? :">

     Nah, beberapa waktu terakhir, saya merasa ini manusia makin terlihat seger kinyis-kinyis kayak es buah. Entah kenapa saya harus pakai perumpamaan ini. Tapi setiap lihat mukanya, saya jadi haus dan pengen buru-buru minum.

     Dan karena sering kehausan tengah malam gara-gara kepikiran Lee Yong Dae yang sruput-able itu, maka dari itu dan oleh sebab itu, saya putuskan untuk nge-print 1 lembar mukanya si Yoyong ini terus ditempel di tembok samping tempat tidur. Jadi kalo saya bobok madep ngalor akan terlihat si Yoyong yang lagi keringetan sambil mangap, dan saya akan pulas kembali karena rasa haus saya terobati.

     Sebenarnya sih sebagai istri,saya merasa bersalah sama Shintaro Ikeda dengan tindakan ini, tapi namanya haus mau gimana lagi :D

     Saya sarankan kepada teman-teman yang menyukai jenis muka pria oriental terutama dari negeri ginseng, mending nggak usah kebanyakan ngeliatin foto-foto Lee Yong Dae atau nyari video-video LYD di banyak tempat, karena akhirnya nanti bisa dehidrasi kalau pas lagi nggak ngeliat mukanya. Kayak saya :(

     Tapi kalau untuk yang sudah terlanjur seperti saya, yaudah sekalian nyemplung aja di kolam es buah nan seger itu. Mula elyedeh yang kelebihan vitamin A dan C itu akan membuat kita -yang kuat- akan semakin sehat, apalagi dinikmati tengah malam di saat cuaca dingin.

     Oke deh, sampai di sini saja cerita kita tentang es buah campur ginseng yang menambah stamina ini. Semoga kita bertemu lagi di cerita-cerita selanjutnya. Dadaaaahhh

    


Tuesday, January 8, 2013

Korea Open SSP Day 1

     Jakarta yang basah sejak semalam harus ditambah basah dan dingin karena kabar beberapa kekalahan dari Korea. Ya, hari kedua Korea Open SSP dibuka dengan kekalahan Pia/Rizky dari pasangan Denmark, Kamilla Ritter Juhl/Christina Pedersen dalam 3 game. Daftar kekalahan semakin bertambah saat Suci Rizky Andini/Della Destiara, Hendra Setiawan/M. Ahsan, dan Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra AG juga harus bertumbangan dari lawan-lawannya dua set langsung. What an unlucky day.

     Awal yang buruk untuk mengawali turnamen pembuka tahun ini.

     Masih ada Vita Marissa/Variella Aprilsasi, Tontowy/Liliyana, Lindaweni, Firdasari, Tommy Sugiarto, Sony DK,Kido/Alvent, serta Rijal/Debby yang akan bertemu Vita Marissa/Praveen Jordan.

     Kita doakan saja semoga wakil-wakil yang ada dapat menjalankan tigas dengan baik. Bismillah...

    

    

Sunday, January 6, 2013

Korea, Awal Baru, (semoga) Prestasi Baru

     Selamat datang Januari...

     Tidak ada yang lebih menggembirakan selain rasa syukur kepada Sang Pencipta karena kita masih diijinkan tersenyum menyambut hari baru dengan harapan-harapan baru.

     Banyak harapan baru dimulai. Dan awal tahun ini saya putuskan untuk menatap langkah para atlet bulutangkis Indonesia yang baru saja berangkat ke negeri ginseng, Korea. Bukan untuk menonton konser boyband Korea atau untuk melihat Rain yang katanya sedang dihukum karena mangkir dari wajib militer, tapi untuk kembali berjuang mengangkat kembali prestasi yang telah lama tidak kita dapatkan.

     Kali ini Indonesia memberangkatkan tim terbaik ke Korea. Nama-nama lama seperti Kido/Alvent, Yonathan/AG, Pia/Rizky dan tentunya Owy/Butet yang tetap menjadi andalan serta nama-nama lain dikirim untuk memastikan bahwa Indonesia masih punya kekuatan.

     Pengurus baru, prestasi baru. Seperti itulah seharusnya yang diinginkan. Program kerja yang beberapa waktu lalu telah dibeberkan oleh Kabid Binpres baru, Rexy Mainaki memberi setitik harapan akan kebangkitan bulutangkis Indonesia.

     Semoga Korea Open Super Series Premier adalah tonggak awal bangkitnya bulutangkis kita. Mari bersama-sama kita awali langkah di turnamen pembuka ini dengan bismillah dan penuh harap semoga Tuhan menyertai langkah para atlet yang akan bertanding Selasa besok.




Nb: Salam buat Lee Yong Dae ya temen-temen :))

Sunday, December 30, 2012

It's new year!!!

     31 Desember 2012, ada apa? Ada yang sitimewa? Yang aku tau hari supesiyal itu tanggal 27 Desember. Iya, Dec27Shintaro, Shintaro's birthday. Kenapa harus istimewa? Because he is my hubby. Oke, lupakan.

     Melihat ke belakang, banyak hal di tahun 2012 yang pastinya tidak akan bisa dilupakan. Salah satunya adalah pergi liburan nekat bareng temen-temen pLettonic di Jogja. Yah, that was my most important thing yang harus disyukuri. Akhirnya cita-citaku backpacking ke Jogja terlaksana di tahun 2012. A good sign to face 2013, huh?

     Hal yang juga tidak bisa dilupakan adalah bisa ketemu atlet-atlet betminten dari berbagai negara. Dimulai dari nonton Axiata Cup, di mana atlet putra terbaik Indonesia berkumpul jadi satu. Lalu puncaknya adalah di Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012. Mulai dari bisa foto bareng sama Eriko Hirose, Sayaka Sato, dan robot Cinak sang juara Olimpik 2012, Li Xuerui. Si robot pas diajak foto juga tetep tanpa ekspresi. Terus bisa liat atlet-atlet bulutangkia terbaik dunia berkumpul jadi satu, tumplek blek dalam satu hari. Dan itulah hari di mana aku pertama kali jatuh cinta pada pria Jepang. Dan itu dimulai saat pertama kali melihat Shoji Sato. Entah kenapa aku pikir Shoji Sato has a sex appeal yang tinggi, padahal dese nggak ngapa-ngapain. Nggak joget-joget telanjang di lapangan atau semacamnya. But he is sexy.

     Dan berlanjutlah pada Shintaro Ikeda. Sayang di DIO SSP aku nggak ketemu. Shintaro Ikeda is the most wanted husband of the year. Bapak-bapak muda gendong anaknya adalah salah satu hal yang selalu bisa bikin dada jedag-jedug.

     Dan yah, 2012 adalah tahunnya cowok Jepang.

     Selain itu, Lee Yong Dae adalah orang yang nggak bakalan bisa dilupakan di tahun 2012 ini. Pertemuan dengan pangerannya dunia badminton dengan muka polos ini nggak akan pernah bisa dilupakan.

     Dan tahun 2012 adalah tahun di mana aku bisa ngobrol via whatsapp dengan the raising star, Edi Subaktiar. 2012 diisi penuh dengan bulutangkis.

     Apalagi? Buaaanyaaaak. Yang jelas resolusi 2012 hampir semua terealisasi. Dan banyak hal-hal menyenangkan di tahun 2012 yang jelas nggak bisa ditulis satu-satu di sini.

     Oh iya, pergi ke pantai bareng keluarga adalah hal menyenangkan di tahun 2012. Juga penobatan diri sendiri sebagai Duta Pos Indonesia :))

     Terus apa dong yang nggak menyenangkan? Banyak juga sih, tapi semua ketutup sama anugerah-anugerah Tuhan yang tak terkira.

Lalu apa yang harus dilakukan di tahun 2013? Kira-kira seperti inilah resolusiku :

1. Mendapat gaji yang lebih besar dari tahun 2012. Kebahagiaan memang tidak diukur dengan uang, rite? Tapi uang bisa mendukung jalan kita menuju apa yang kita inginkan, yo ra?

2. Mendapat pekerjaan baru yang lebih baik dan sesuai dengan hobi serta passion. Kalaupun belum bisa dapet kerjaan baru, at least, bisa dapet penghasilan dari hal lain selain pekerjaan wajib di kantor.

3. Membuat sebuah tulisan dan bisa diterbitkan serta dibaca khalayak ramai (khususnya tulisan tentang olahraga).

4. Beli dispenser (I'll be a very rich girl if I get it).

5. Beli laptop.

6. Ketemu Bambang Pamungkas, dari jauh juga nggak apa-apa (Gusti Allooooh, ini resolusi udah ditulis 3 tahun berturut-turut).

7. Nonton Indonesia Open SSP 2013 dan bisa ketemu Shintaro Ikeda dan Lee Yong Dae, syukur-syukur bisa foto bareng).

8. Backpacking ke tempat-tempat di Indonesia.

9. Lebih sering olahraga dan tetap dengan gaya hidup sehat.

10. Membahagiakan Bapak-Ibuk (entah dengan cara apa).

11. Punya tabungan banyak.

12. Pamityang2an

13. Lebih sering melibatkan diri dengan dunia bulutangkis.

14. Live High, Live Mighty, Live Righteously...

     Jadi, mari kita mengucap bismillah sama-sama untuk memulai tahun 2013 yang hanya tinggal beberapa jam lagi. Semoga Gusti Allah meridhoi dan senantiasa menerangi langkah kita.

Bismillah...

    

Tuesday, December 25, 2012

Diet? Are you sure?

     Hari ini saya mendapat beberapa hal yang menguatkan pendapat saya tentang diet selama ini. Pendapat saya adalah bahwa diet bukanlah cara yang efektif untuk menurunkan berat badan. Iya, saya berani mematahkan banyak opini yang mengatakan bahwa diet adalah cara untuk mendapatkan bentuk tubuh dan berat badan ideal. Hal ini saya tujukan pada orang-orang di sekitar saya yang selama ini menyatakan kengeyelannya akan hal tersebut.

     Beberapa orang di sekitar saya menganggap bahwa tujuan olahraga adalah untuk menurunkan berat badan. Sungguh, demi dewa timbangan, ini adalah niat yang sangat salah. Saat kita berniat menurunkan berat badan ketika memulai olahraga, maka yang terjadi adalah saat berat badan kita tidak turun, kita akan merasa putus asa dan tidak mau berolahraga lagi. Karena sejatinya berat badan akan tidak kita sadari berada pada titik ideal saat kita rajin berolahraga, bukan malah niat menurunkannya dengan olahraga.

     Olahraga bukan untuk menurunkan berat badan, tapi untuk menyehatkan badan, itulah pendapat saya.

     Olahraga itu berat? Tidak. Olahraga adalah cara paling mudah untuk menjaga kesehatan. Kita punya kaki, kita bisa memulai dengan berlari pagi seminggu dua kali. Saya bukan orang yang expert dalam hal olahraga. Tapi menurut pengalaman, jangan sekali-kali memaksakan diri untuk berlari saat kita baru memulai berolahraga dan sebelumnya jarang atau tidak pernah berolahraga. Saya sendiri tidak tahu akibat persisnya. Tapi yang paling terasa bila kita memaksakan diri adalah tenaga akan terkuras dan salah-salah kita bisa sesak napas. Padahal untuk orang yang sering berolahraga, waktu setelah selesai berolahraga adalah waktu di mana semangat kita kembali tinggi.

     Bila kita tidak kuat berlari, biasakan untuk rajin berjalan kaki dalam banyak kesempatan. Jangan biarkan tubuh kita klumbrak-klumbruk tidak mengeluarkan keringat. Dan di jaman digital seperti sekarang, video tutorial tentang yoga untuk pemula bertebaran di internet. Itu adalah salah satu cara menghemat waktu dalam berolahraga, karena kita bisa melakukan yoga dengan gerakan sederhana hanya dalam waktu 20 menit.

     Ketidaksetujuan saya juga tertuju pada orang-orang di sekitar saya yang pergi nge-gym untuk menurunkan berat badan tapi tetap sering begadang, merokok dan makan makanan cepat saji.

     Kesalahan terjadi juga pada seorang teman yang sangat ingin memiliki bentuk tubuh ideal dengan cara instan yaitu dengan cara meminum obat diet. Dia mengatakan bahwa obat tersebut dapat mengeluarkan lemak di dalam tubuh lewat kotoran yang keluar. Pertanyaannya adalah mengapa tidak mengubahnya menjadi tenaga?

     Selain mengkonsumsi obat tersebut, dia juga melakukan diet dengan cara yang menurut saya cukup ekstrim. Pagi tidak sarapan, siang makan mie instan (karena menurutnya mie bukan nasi yang dapat membuatnya gendut) dan malam hanya makan buah. Lalu apa yang menjadi asupan badan dengan pola makan seperti itu.

     Saya masih ingat saat satu minggu lebih, sesuai target yang dia baca di kemasan obat, dan tidak berhasil, malahan dia sakit typhus. Saat sembuh dari sakit, akhirnya dia kembali pada pola hidup semula, makan sembarangan dan waktu tidur yang salah.

     Saya tentunya bukanlah orang dengan pola hidup sempurna, dan tidak semua orang yang melakukan diet, sama dengan teman saya tadi. Namun sebisa mungkin saya selalu menjaga gaya hidup sehat. Bukan demi menjaga bentuk tubuh agar tidak gendut, tapi demi kesehatan saya.

     Saya tidak makan daging merah sejak kecil. Beberapa kali saya mencoba makan daging saat kuliah, dan ternyata rasanya memang tidak enak. Entah sikap saya total tidak makan daging merah adalah kesalahan atau bukan. Tapi yang saya tahu adalah para vegetarian yang bergaya hidup sehat juga tidak mngkonsumsi daging. Selain itu, daerah asal saya yang bukan dari kota membuat saya terbiasa dan sangat akrab dengan sayuran.

     Mungkin untuk orang yang tumbuh di daerah perkotaan, banyaj yang susah untuk makan sayur bahkan tidak doyan sayur. Tapi berbagai jenis sayuran adalah santapan saya sejak kecil. Makan pucuk daun jambu mede dan jambu batu adalah hal yang lumrah bagi saya dan keluarga saya yang tinggal di Lampung, yang notabene adalah daerah dengan orang-orang yang hobi melahap dedaunan mentah sebagai lalapan. Dan saya akan memilih untuk memilih makan sayur dengan tempe daripada dibayar untuk akan daging.

     Selain itu, ikan dan seafood lainnya adalah makanan wajib di rumah keluarga saya. Anda akan mendapati olahan makanan laut di meja makan setiap hari, bukan daging atau ayam.

     Saya juga beruntung karena tidak suka makanan manis yang katanya menyebabkan kolesterol. Bukan menghindari gula, karena glukosa juga dibutuhkan untuk diubah menjadi tenaga.

     Saat kecil, Ibu saya sering menyuruh saya memakan gula aren. Entah untuk apa, saat itu saya tidak tahu. Ibu saya juga tidak pernah menceritakan maksudnya sampai sekarang meskipun rutin mengirimkan gula aren. Tapi beberapa waktu yang lalu saya pernah melihat tayangan di televisi tentang seorang pendaki yang memakan gula aren di sela-sela pendakian. Dan sekarang saya tahu bahwa  rasa manis di gula aren atau gula kelapa lebih baik daripada manis pada gula tebu. Tapi melihat ke arah kesehatan pun, minum kopi dengan gula Jawa lebih nikmat daripada gula tebu :D

     Jadi, apa salahnya mulai sekarang kita mengubah gaya hidup juga pola pikir kita yang selama ini salah. Bahwa lebih baik menjadi sehat daripada menjadi kurus dengan cara instan demi untuk mendapatkan bentuk dan berat badan yang katanya ideal.

     Kita bisa memulai dari diri sendiri mulai sekarang. Gaya hidup sehat, menjaga pola makan dan jangan lupa berolahraga. Karena makanan bukan untuk dihindari dan ditinggalkan, tapi untuk diatur dengan baik.

MEN SANA IN CORPORE SANO!!!

Tuesday, December 18, 2012

Tips Ampuh Mengatasi Galau

     Entah kenapa, galau yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti "kacau tidak karuan" sering diartikan beda oleh orang-orang jaman sekarang. Sebagai orang jaman dulu *iya, saya orang yaman dulu, satu SD sama Suwardi Suryaningrat, puasss??*, saya agak nggak setuju dengan pemikiran banyak orang yang sering menyebut bahwa saat seseorang membuat kalimat romantis atau puitis dan semacamnya disebut sedang galau.

     Beberapa bulan terakhir saya berhenti menulis puisi karena males dibilang galau. Bayangkan saat kita sedang jatuh cinta berbunga-bunga dan sedang melampiaskannya dalam beberapa bait puisi indah dan udah macak pujangga malah dibilang galau. Maka, wes tau krungu suworo pring kepidhak? preeeekkkk....

     Saya sering galau. Tolong artikan ini sesuai KBBI, oke coy? sip. Galau paling sering menyerang saya pada saat tanggal tua, pas liat atlet bulutangkis INA kalah *atau liat draw ketemunya atlet Cinak semua*, terus pas denger lagu-lagu Didi Kempot, sama kalo pas remot tv rusak. Cemen? woooo tentu tidak, kan sudah saya beri kombantrin. Itu adalah galau dengan level VIP dan hanya bisa dialami oleh orang-orang tertentu, orang-orang istimewa tentunya. Termasuk beta, yo ra?

     Sebagai orang istimewa yang hidupnya penuh resolusi, solusi, antisipasi dan demokrasi, tentunya saya mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memberikan penyelesaian terhadap semua masalah galau yang menyerang anda. Tidak perduli apa yang menyebabkan yang menyebabkan kekacauan dalam hidup anda, saya akan berikan solusi cuma-cuma dan tanpa dipungut biaya. Mau tau gimana caranya, mau tau, mau tau? Lahaciaaaaaa....

     Tips ampuhnya adalah :

1. Mengerjakan Pekerjaan Rumah di Malam Hari

     Mengerjakan pekerjaan rumah yang tertunda di siang hari karena kita terlalu banyak memikirkan nasib yang tak kunjung membaik adalah cara yang efektif menyembuhkan galau. Cobalah untuk mengepel lantai, mencuci baju atau piring, nyetrika baju, dll. Memang terlihat seperti pembantu. Ya gapapalahya sekali-kali.

     Ini bukan sesuatu yang aneh. Suasana malam yang cenderung sepi akan cenderung memicu kita yang sedang dirundung duka untuk berpikir ke hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Berolahraga

     Percaya nggak kalo olahraga bisa bikin pikiran rileks? Harus percaya pokoknya. Menurut riset yang dilakukan oleh saya sendiri, menyebutkan bahwa keringat yang dihasilkan dan dikeluarkan saat kita berolahraga dapat membuat pikiran-pikiran negatif yang dapat memicu bertambahnya kadar kegalauan. Cobalah dengan olahraga ringan seperti lari *dari kenyataan*. Anda juga dapat mencoba olahraga yoga. Banyak video tutorial yoga untuk pemula di youtube yang bisa anda coba. Atau kalo mau lebih banyak keluar keringat, anda bisa mencoba skipping, kalo kuat dan kalo situ bisa sih ya, kalo ga bisa ya coba main catur aja, atau ngisi TTS atau main rugby juga boyehh.

3. Jalan Kaki Sendirian

     "Jalan kaki adalah salah satu cara untuk membuat kita banyak bersyukur". Kalimat itu muncul saat saya jalan sendirian ke suatu tempat. Saat kita jalan kaki sendirian, banyak yang bisa kita lihat. Banyak wajah baru dan senyum baru yang bisa kita temui. Tapi tips ini tidak disarankan dilakukan sambil melamun. Nanti kalo tiba-tiba kesurupan atau nyasar kan malah bahayak. Lebih disarankan untuk membawa kamera terus nanti fotonya bisa diaplot ke instagram :)))

4. Nonton Bulutangkis Gratisan

     Tips ini tidak hanya untuk penggemar bulutangkis. Orang yang tidak terlalu suka pada olahraga ini juga dapat mencobanya. Tips-nya cari pertandingan yang masuk dalam lingkup regional atau nasional yang free ticket. Karena kalo nonton dengan tiket berbayar, biasanya malah semakin stres inget duit yang dipake buat beli tiket. Terus, nggak papa kalo anda sekalian nggak mudeng sama pertandingan. Nggak usah terlalu serius mikirin pertandingan yang hanya lingkup nasional. Toh yang main sama-sama orang Indonesia. Lebih baik kita menikmati hal-hal lain yang lebih indah seperti betis-betis para atlet muda yang sering digelar sembarangan. Nanti saya akan memberikan tips bagaimana caranya menonton bulutangkis yang baik dan benar. Tapi nggak sekarang, karena sekarang saya juga lagi galau gara-gara Taufik Hidayat kalah dari Pratul Joshi, atlet India peringkat 400 dunia yang baru sunat kemaren malem *emot sedakep*.

    Jangan sampai galau yang anda rasakan lari ke hal-hal negatif. Isilah masa mudamu dengan hal-hal positif seperti memberi tips kepada orang lain. Pokoknya, Salam Syupe!!!
 
    

Sunday, December 16, 2012

Angin Surga dari Cipayung

     Awalnya, saya sempat pesimis dengan sosok bernama Gita Wirjawan yang tiba-tiba mencalonkan diri sebagai ketua umum PBSI. Sejauh pengalaman saya sebagai suporter *wahihihi*, belum pernah terdengar tentang keterlibatan beliau di dunia tepok bulu ini. Bahkan belum pernah sekalipun si bapak yang satu ini datang menyaksikan pertandingan bulutangkis di lapangan secara langsung. Lalu, bisakah beliau memimpin PBSI?

     Pertama kali melihat seorang Gita Wirjawan adalah saat satu hari setelah Munas PBSI di Jogjakarta, di sebuah tabloid olahraga. Sebelumnya yang saya tau adalah Gita Wirjawan merupakan menteri perdagangan yang jelas aku buta seperti apa bentuknya. Jujur, pertama melihat wajahnya, yang terlintas adalah "makjaaaang, ini menteri cakep amat yak maakk" *emot ndhlongop*. Saya memang mudah terpesona dengan wajah bapak macam pak menteri.

     Seiring terpilihnya pak Gita Wirjawan sebagai ketum, beberapa kendala terjadi. Salah satunya adalah gugatan dari Icuk Sugiarto, mantan pebulutangkis yang juga calon ketua umum PBSI, tentang keabsahan Munas PBS. Tapi semua harus terus berjalan. Skuad kepengurusan PBSI periode 2012-2016 diumumkan. Saya jatuh cinta untuk kedua kalinya pada pak menteri yang ganteng dewa ini.

     Nama-nama beken di dunia bulutangkis tertulis dengan indah di daftar pengurus baru. Susi Susanti dan Ricky Subagja menjadi dua nama yang sangat menyedot perhatian. Ditambah lagi dengab keberhasilan mengajak "mudik" Rexy Mainaki. It's a big WOW. Rexy yang beberapa tahun terakhir memilih bertahan menjadi pelatih di berbagai negara (terakhir di Filipina), akhirnya setuju untuk pulang dan bersama pasangannya dulu berada dalam jajaran kekuatan baru dalam kepengurusan PBSI. Terharu rasanya melihat jawara-jawara olimpiade akan bersatu, bersama-sama menata kembali prestasi olahraga kebanggaan yang sempat luput dari genggaman.

    Jumat, 14 Desember 2012. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Pelantikan pengurus baru PBSI dilakukan. Sesuai dengan live tweet dari beberapa jurnalis olahraga, terlihat bahwa acara pelantikan berjalan khidmat dan peserta pelantikan terlihat amat sangat rapi mengenakan jas, dasi serta celana hitam. Oiii amboy gagah bana bapak-bapak ni. Ricky Subagja, Richard Mainaki dan tentunya sang nahkoda, Gita Wirjawan yang ganteng itu <3

     Dan pagi ini, saya lagi-lagi dibuat terharu dengan harapan beberapa pihak yang ditujukan pada kepengurusan baru. Sebuah harapan dan rencana-rencana yang kembali membangkitkan gairahku sebagai suporter. Iya, saya memang hanya seorang pecinta dan penggila bulutangkis yang mungkin tidak ada pengaruhnya bagi prestasi bulutangkis Indonesia. Tapi sebagai orang yang sangat cinta pada olahraga ini, saya yakin dan sangat percaya, bahwa tidak lama lagi, prestasi tertinggi akan segera kita raih kembali. Kemerosotan prestasi akan menjadi cerita lama dan berganti dengan lahirnya juara-juara bulutangkis yang akan mengharumkan nama bangsa.

     Dear pak Gita dan seluruh jajaran kepengurusan baru, di pundak Anda sekalian tanggung jawab pembinaan akan diserahkan. Kami, seluruh masyarakat pecinta bulutangkis Indonesia hanya bisa mendoakan dan terus mendukung langkah serta kebijakan yang akan dibuat. Semoga periode ini akan membangkitkan kembali masa emas yang telah lama lepas dari genggaman.

     Sekarang saatnya kita bersama-sama berteriak lantang, "JAYALAH BULUTANGKIS INDONESIA!!!"

Jakarta, 17 Desember 2012