Sunday, January 20, 2013

In Rexy Mainaki We Trust

     I call it a beautiful sunday...
Nggak sia-sia jauh-jauh hari aku nolak ajakan temen-temen kuliah buat kumpul di kampus hari ini. Seminggu yang lalu mereka ngajak ketemuan di kampus, tapi aku sangat optimis bahwa tanggal 20 Januari ini akan ada sesuatu yang sepertinya lebih menyenangkan.

     Dan benar saja, banyak pelajaran yang bisa diambil hari ini.

     Pagi hari, linimasa twitter dihebohkan dengan hasil wawancara koran Tempo dengan Menpora baru, Roy Suryo, yang sejak awal pemilihannya banyak yang menyangsikan. Wawancara yang bila dibaca oleh orang awam seperti saya yang hanya bisa menjadi suporter olahraga ini pun bisa langsung tau bahwa sang menteri baru yang sebenarnya lebih expert di bidang IT ini tidak mengerti apapun tentang olahraga *I guess dia juga nggak tau siapa Kabid Binpres PBSI sekarang*.

     Banyak tanggapan terlalu serius yang membuat aku malah kehilangan respect pada mereka. Salah satunya datang dari orang yang selama beberapa tahun ini sangat aku kagumi.

     Belakangan aku agak-agak banyak nggak setuju dengan isi twit beliau yang terlalu sering nyinyir terhadap pemerintah. Yah, every people in this 'lovely' country feel the same with him. It's his right to nyinyir pada pemerintah tentang segala kekurangan yang dimiliki  pemerintah Indonesia.

     Tapi yang kemudian membuatku kehilangan beberapa persen respect pada beliau adalah saat beliau mengatakan yang kira-kira adalah "untuk apa olahraga kalo Menpora-nya kayak gitu?", guys? Aku nggak pernah nyangka kalau orang yang sangat aku kagumi berpikiran sependek itu. Nggak mau olahraga cuma karena Menpora-nya orang yang nggak kompeten di bidang olahraga. Gimana kalau semua orang di Indonesia punya pendapat pendek yang sama dengan beliau? Maka makin hancurlah olahraga kita.

     Saya yakin banyak atlet Indonesia yang juga menyatakan ketidaksetujuannya dengan terpilihnya Menpora yang baru ini. Tapi toh mereka tetap berolahraga. Karena mereka berolahraga untuk mereka sendiri bukan untuk pemerintah. Bukan untuk Roy Suryo. Mereka bertanding memeras keringat atas nama negara, atas nama Indonesia, bukan atas nama Kemenpora.

     Dan aku yang sangat sensitif bila ada yang menyinggung tentang bulutangkis ini sangat merasa "hih" saat beliau mengatakan bahwa bulutangkis sudah runtuh. Kami sedang mulai menata harapan baru. Apakah beliau tau siapa-siapa saja yang kini ada di jajaran pengurus PBSI? Saya yakin tidak. Karena most people yang tau siapa-siapa saja pengurus baru di PBSI, saya yakin, akan merasakan hal yang sama seperti saya, punya harapan. Tapi siapa yang perduli? Mereka-mereka juga hanya akan membicarakan olahraga ini saat Indonesia menelan kekalahan. Itu saja.

     Tapi hari ini, di hari minggu yang cerah ini, tidak banyak orang Indonesia tau bahwa atlet Indonesia berhasil membawa pulang kemenangan dari Malaysia. Iya, kita mendapat satu emas dan satu perak dari Maybank Malaysia Open Super Series. Ini level Super Series lho dan Indonesia membawa satu gelar juara dan satu gelar runner up. What a day!!!

     Dialah Muhammad Ahsan dan Hendra Setiawan, pasangan ganda putra baru Indonesia yang sempat dipandang sebelah mata oleh pelatih Malaysia pada saat awal dipasangkan. Mereka berhasil mengalahkan pasangan ganda putra peringkat 6 dunia, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae, yang bisa disebut sebagai ganda terbaik di dunia saat ini. Siapa yang berani meragukan kemampuan Lee Yong Dae? Bermain di Malaysia yang notabene adalah "musuh bebuyutan" Indonesia, yang pasti mereka akan lebih mendukung pasangan Korea dibandingkan Ahsan dan Hendra, seperti juga yang akan dilakukan suporter Indonesia bila pemain Malaysia bertanding. Tapi Ahsan dan Hendra membuktikan bahwa mereka bisa. Hendra Setiawan membuktikan bahwa dia masih ada. Setelah 'bercerai' dengan Markis Kido, Hendra masih mampu mengukir prestasi seperti dahulu. Dan kemenangan ini adalah gelar Superseries pertama bagi Muhammad Ahsan yang sebelumnya berpasangan dengan adik Markis Kido, Bona Septano.

     Dan Sony Dwi Kuncoro, orang yang selalu membuatku terharu semenjak kembalinya dari cedera, berhasil masuk ke final walaupun harus dikalahkan oleh golden boy-nya Malaysia, Datok Lee Chong Wei dengan skor telak, 21-7, 21-8. Sony dibantai Datok? Iya, but who doesn't? Datok melakukan hal yang sama pada semua orang kecuali Lin Dan.

     Dalam kurun waktu setahun terakhir semenjak kembalinya dari cedera, Sony Dwi Kuncoro mampu masuk ke jajaran 5 besar dunia and I'm sure it will be 3th rank next week. Such amazing athlete, isn't he?

     Dan hasil hari ini membuktikan bahwa bulutangkis sama sekali belum runtuh. Dan aku juga sangat yakin, baik Ahsan/Hendra maupun SDK sama sekali tidak perduli tentang siapa menpora saat ini. Aku yakin mereka hanya berpikir untuk menang, demi Indonesia. Who care who the hell the Menpora is.

     Jadi, berpikir untuk apa berolahraga bila Menpora-nya saja tidak tau tentang olahraga adalah hal picik yang sangat tidak cerdas. Dan aku sendiri jelas bukan orang cerdas, tapi aku berpikir bahwa olahraga bukan tentang Menpora, olahraga tentang diri kita sendiri. Bila punya pikiran seperti orang yang aku kagumi itu bukankah menunjukkan betapa berpatokannya kita pada sosok Menpora? Note this!!!

     Seseorang di linimasaku pernah berkata,"teruslah berkarya, lupakan negara". Maka tetaplah berkarya, untuk apa menghabiskan waktu untuk nyinyir pada pemerintah kalau kita sendiri belum bisa melakukan apa-apa untuk negara? Apa bedanya kita dengan mereka? No action talk only.

     Aku 'gila' pada bulutangkis, maka aku lebih memilih untuk mempercayakan pada jajaran pengurus baru di PBSI yang tentu akan lebih mengetahui apa yang baik untuk Indonesia. Pak Gita Wirjawan sebagai nahkoda telah menyerahkan pada Rexy Mainaki sebagai kapten kapal untuk menjalankan bahtera ini, membawa atlet Indonesia dengan bendera merah putih berkibar di atas tiang tinggi ke arah yang cerah. Aku percaya dan sangat yakin, Rexy Mainaki akan mampu membawa bahtera ke arah kemenangan yang sudah kita rindukan. Maybank Malaysia Open Super Series 2013 ini buktinya.

   Now I should say, "In Rexy Mainaki we trust!!!"





photo source: www.badmintonindonesia.org


A Letter to Shintaro Ikeda

Dear Shintaro-san,

     I think it's like a joke when I started to write this letter. But I just try to let you know about something. So, here it is...

     Shintaro-san, I've known you since long time ago. I know you as a Japanese badminton player. I know that you have a very beautiful partner, Reiko Shiota and you have ever got a bronze medal in World Championship in Men's Double. That's all.

     A few months ago, I saw you when you played against Indonesian pair, Liliyana Natsir/Muhammad Rijal in Japan Open 2012. And that was the time that change something in me. I started to admire you.

    Then I followed your twitter account and clicked the 'like' button in your facebook fanspage. I've ever tried to open and read your website, but I quit because the content is full of Japanese language and I can't read that :(

     I don't know why I should start to admire you. I don't have a reason. I just think that you are inspiring me without you know about that.

     When I wake up in the morning and before I get to sleep, I always pray to my God that someday I can meet you, I can take a picture together with you or something else. To meet you is one of my wishes list. And I write your name in my resolutions note this year.

     I don't know if you will take a part in Indonesia Open this year or not. I'm not sure about that. But I've saved my money to buy a ticket to watch Indonesia Open this year while hoping that you will be there.

     I believe that there's always a hope when we trust to something. And I do believe that someday I can meet you, Shintaro-san.

     You know what, I printed one of your photo then I put on my room wall. So when I wake up in the morning I can see your smile and it will re-charge my spirit. And I can face anything in the whole day.

     Shintaro-san, maybe you just think what it is. I know that you have so many fans in the world. But I, as one of your fans, do hope that you'll read this letter that I wrote to you. Just want you to know, I wrote this letter in front of your photo ^_^

     I think that is all I can say to you. Can't wait to see you in Indonesia. Send my best regards to your wife and your cutie son, also to your dog.

     Now I can see my dream will come true and I believe it will be true.

     Thank you for being my inspiration, Shintaro-san. I hope one day I'll get a husband who will be a good father for my son (or daughter) like you.

     Stay strong, stay healthy and stay lucky, Shintaro-san. And stay inspiring me ^_^

Best regard,

Lilis Wiyatmo from Indonesia

    


Saturday, January 19, 2013

She's Still The Best And Will Always Be...

     Vita Marissa, salah satu nama yang berhasil membawa nama Indonesia ke kancah internasional lewat tepakan raket dari tangannya. Atlet kelahiran tahun 1981 ini adalah salah satu pilar kuat yang pernah dimiliki Indonesia satu dasawarsa terakhir ini. Lewat pukulan tangan yang mnghunjam, Vita berhasil memberikan banyak gelar bagi negara ini.

     Dia adalah atlet serba bisa dan mampu bermain dengan siapa saja. Tercatat beberapa nama yang sukses bersama Vita Marissa. Nova Widianto, Liliyana Natsir, Flandy Limpele, Nadya Melati, Hendra Aprida Gunawan, Hendra Setiawan, Muhammad Rijal, serta sekarang Variella Aprilsasi Putri Lejarsar dan Praveen Jordan.

     Mungkin tidak banyak lagi waktu baginya untuk mencetak prestasi lebih banyak karena usianya sudah tidak muda lagi. Namun semangatnya yang tetap menyala serta jiwa mudanya yang tetap berkobar adalah cerminan dari jiwa Srikandi yang dia miliki.

     Masa keemasannya memang sudah lewat, dan sinar kebintangannya tidak lagi seterang dulu. Namun semangat untuk tetap memajukan bulutangkis Indonesia selalu mengiringi langkah dan setiap ayunan raketnya. Pukulannya masih ditakuti lawan. Dan sorot optimisme masih terpancar terang matanya.

     Vita Marissa, legenda yang semoga tidak dilupakan oleh Indonesia.

     Indonesia masih membutuhkan tenaga dan pikirannya untuk kembalinya prestasi yang seharusnya kita miliki. Suatu saat nanti, bila tenaganya sudah tidak memungkinkan untuk berjuang di lapangan hijau, dia akan tetap menjadi yang terbaik yang pernah ada.

     Dia adalah satu dari deretan nama atlet bulutangkis wanita Indonesia yang tetap bertahan dan konsisten dalam berkarir. Dia cerminan wanita Indonesia yang kuat dan tidak mudah menyerah.

     Semoga di penghujung karirnya ini, Vita Marissa masih bisa memberikan prestasi bagi Indonesia.

     Sukses selalu, ci Vita. You're still the best and will always be!!!
    




Wednesday, January 16, 2013

Langit Sedang Fitness

     Blog ini ditulis karena kebosanan yang melanda pagi akibat tidak adanya karyawan yang dateng ke kantor karena Jakarta mendapat kiriman 'harta karun' dari Bogor dan langit yang kemungkinan lagi fitness tidak berhenti meneteskan keringat sejak semalam.

     Ini banjir Jakarta terbesar yang pernah beta alami sejak tahun 2007 karena beta yang tidak pernah merasakan banjir dikarenakan tinggal di pegunungan Himalaya yang tingginya jauh dari permukaan laut. Banjir Jakarta tahun 2007 ane pulang kampung ke Venus dan alhamdulillah seru sekalian alam nggak ngerasain itu yang namanya Jakarta berubah jadi Venesia van ist.

     Dan hari ini, beta sebagai karyawan teladan se-Geoservices, udah nongkrong mainan sama kucing kantor manja-suka-nempel-gelendotan-dikata-dia-LeeYongDae-kali sejak jam 6 pagi. What a super hard worker girl.

     Jadi, siapa yang harus disalahkan dengan efek banjir yang datang tak dijemput pulang tak diantar ini? Nggak ada. Karena ya daripada rempong nyalahin orang alangkah lebih baik kita bijak mempersiapkan mantrol dan membungkus busi motor takut nanti kejadiannya kayak motor teman beta yang businya perlu dilaminating karena kalo keujanan motornya ngambek dan hobinya minta didorong. Dan bagi pengguna mobil, ya mendingan situ pada bobok manis aja di rumah, minum teh atau coklat panas di depan perapian sambil makan marshmellow dan mendengarkan ibumu membacakan dongeng tentang Cinderella. Dan untuk orang semacam saya yang tidak punya mobil, motor ataupun sepeda apalagi pesawat jet, karena kalopun punya pesawat jet paling ujung-ujung cuma jadi kapal selam, kalo masih di rumah, ya anteng aja di rumah ngurus anak kalo udah punya anak, kalo belum ya mdr hahahaa

     Dan disarankan kalo seandainya nanti mau beli mobil atau mau tuker dengan yang baru, mendingan beli yang tinggi aja kayak Alphard gitu. Soalnya mobil semacam itu selain sebagai alat tranportasi juga bisa dijadikan semacam losmen. Ya tau sendiri kan itu mobil gedenya kayak kos-kosan kamar mandi dalem.

     Sekarang ini terpantau baru beberapa gelintir manusia yang tiba dengan selamat di kantor meskipun bentuknya udah kayak umang-umang kebawa arus. Dan saya berharap semoga listrik tidak mati karena akan susah nguburnya.

     Tugas saya sebagai operator telpon sebuah perusahaan pertambangan yang biasanya melayani pertanyaan seputaran hasi sumber daya alam yang tidak dapat diprbaharui seperti batubara, batu granit, batu kali dan batu batere ini, merubah-fungsikan diri menjadi humas TMC Polda Metro Jaya bagian penanganan lalu lintas yang menjawab telpon seputaran banjir di sekitar Jl. Minangkabau dan sekelilingnya.

     Nah terus ngapain lagi ini? Ya taking it easy *matamaaaa easy*.

     Dan busetnya saya yang sangat mencintai bulutangkis ini malah daritadi ngebayangin betapa hangatnya dipeluk Lee Yong Dae pas ujan-ujan gini. Mungkin seandainya dia warga Jakarta dan dese adalah suami beta, saat ini kami sedang berada di balik selimut di atas tempat tidur bercanda sambil memainkan kaki masing-masing, saling peluj menceritakan masa depan yang berembun di balik kaca yang mendingin. Juga membicarakan rencana pindah ke Korea karena mungkin di sana nggak kena banjir tapi menyadari bahwa dapur dan ruang tamu kami sudah tergenang air. Oke, ini jelas khayalan seorang pemimpi. You may say I'm a dreamer, but I'm not the only one. Mungkin banyak gadis-gadis di luar sana yang juga masih sempat membayangkan hal seperti ini di tengah kepungan banjir setinggi pinggang.

     Dan kalo semisal sampai sore keadaan masih tetap seperti ini mungkin ane akan menjadi pengkhayal yang khayalannya bisa difilmkan.

     Mari kita berharap semoga langit istirahat dari fitness-nya dan berhenti mengeluarkan keringat sejenak agar saya bisa pulang dan kembali mengkhayal tentang hal-hal yang hangat lainnya.

Jakarta, 17 Januari 2013

    

    


Elyede, aku kudu piye?

     Barusan baca blognya mbak wartawan pbsi di http://po.st/EPQkwF tentang pengalamannya sepesawat sama manusia dengan level ketampanan mendekati sempurna, Lee Yong Dae, tiba-tiba aku langsung pengen jadi pramugari Korean Airline. Duh, itu manusia satu bisa bikin orang merubah prinsip hidup kayaknya saking gantengnya *ngiler*

      Kira-kira itu dulu Umma-nya Yong-Dae ngidam apa ya bisa punya anak se-anu itu? Orang Korea memang hampir rata-rata mukanya kayak putra mahkota semua, mau yang pemain pelem ataupun penyanyi yang pada hobi ngecat rambut itu mukanya alamak semua. Tapi yang bikin si makhluk yang kemungkinan masih kecipratan kesaktiannya Batara Kamajaya itu makin bikin orang pengen mengubah haluan dan buritan hidup adalah karena dia bisa smash. Gusti Allooooh, makin dia kenceng nyemes, makin lemes lah ini dengkul *ngiler lagi*

     Dan aku yakin bocah-bocah di Istora yang jejeritan tiap dese ngedip itu juga mungkin awalnya ga suka bulutangkis. Tapi ya siapa yang berani nolak kharisma seorang manusia bernama Lee Yong Dae ini?

     Pas beberapa bulan yang lalu foto-foto dia lagi cium-ciuman sama cewek yang katanya pacarnya di kolam renang beredar, banyak banget manusia di twitter yang tiba-tiba mengecam si polos yang kalo mangap makin seksi ini. Kalo aku sih lebih berharap ada foto yang lebih jelas, kalo bisa sekalian videonya :">

     Di list resolusiku tahun ini, namanya juga ikut tertulis sebagai harapan besar. Semoga tahun ini bisa ketemu Lee Yong Dae dengan lebih jelas dari tahun kemaren, kalo bisa sih sekalian foto bareng, terus makan bareng, sekalian diajak ke Korea dikenalin sama Umma *ngelunjak* :))

     Cuma mau nulis gitu doang sih hihihi


Saturday, January 12, 2013

Edi Subaktiar, The Lucky Everyday Man!!!

     Pukul 06.00 pagi tadi, reminder ponselku menyuarakan lagu Life is Wonderful milik Jason Mraz. Lagu ini terakhir berbunyi di reminder handphone pada tanggal 27 Desember lalu saat Shintaro Ikeda berulang tahun.

     Aku ambil ponsel yang tergeletak di atas meja sambil tempat tidurku. Aku baca reminder-nya dengan mata yang masih setengah tertutup. "Edi's birthday" terbaca di situ.

                      *     *     *

     Edi Subaktiar, dengan tanpa mengurangi kekagumanku pada atlet muda PB Djarum yang lain, Edi adalah salah satu yang bisa membuatku percaya bahwa Indonesia belum putus harapan. Di tengah prestasi bulutangkis Indonesia yang jauh dari segala macam prestasi membanggakan, muncul anak muda bernama Edi Subaktiar yang menyiratkan bahwa masa keemasan itu akan kembali.

     Anak muda dari Sidoarjo ini adalah salah satu atlet binaan PB Djarum dengan prestasi yang konsisten. Serangkaian juara Sirnas, juara Kejurnas 2 tahun berturut-turut dengan pasangan berbeda, juara Tangkas Specs Junior Challenge, Malaysia Youth under-19, Banuinvest International, Dutch Junior, Asian Youth under-19 Championship serta puncaknya menjadi juara dunia junior di ganda campuran tahun ini.

     2012 mungkin menjadi tahun terindah bagi seorang Edi Subaktiar. Lewat usaha kerasnya, tahun ini pemanggilan dari PBSI akhirnya dia dapatkan. Langkah baru yang tentunya diidam-idamkan oleh hampir semua atlet bulutangkis di Indonesia.

     Langkah baru akan segera dijejaki. Langkah yang tentunya akan membawanya pada masa depan yang cerah.

     I'm not really sure you will read this post, Edi. Tapi balasanmu di whatsapp pagi ini sudah meng-amini semua doa yang tidak aku tuliskan. Kembalikan emas Olimpiade ke Indonesia, jadilah juara di manapun kamu berada.

     Stay humble, Edi. Stay strong and lucky, and you will reach everything you want.






"Sometimes the world can make you feel you're not welcome anymore, and you beat yourself up, you let yourself gettin' mad, and in those time when you stop lovin' the women I adore, you could relax because babe I got your back" - The Women I Love by Jason Mraz

    

    

    


Thursday, January 10, 2013

Manfaat Es Buah di Malam Hari

     Ada yang kaget nggak baca judulnya? Atau at least protes gitu kek biar keren dikit, biar saya bisa kayak bloger-bloger lain gitu. Gimana? Nggak ada? Okesip.

     Tulisan ini sama sekali nggak ada hubungannya sama es buah atau makanan. Kenapa dikasih judul kayak gitu? Ya terserah saya dong, kan saya yang punya blog, jadi kamu kamu kamu kamu kamu tinggal baca aja. Oke? Saya memang oke kok.p

     Kali ini saya mau cerita tentang pangerannya dunia bulutangkis dunia. Di dalam bayangan saya, tim-tim bulutangkis dari tiap negara itu ibarat susunan peran dalam sebuah kerajaan.

     Tim China dalam bayangan saya, baik putra maupun putri, merupakan barisan tentara militer. Ya bisa dilihat dong dari bentuk dan ekspresi muka mereka di lapangan. Kekar, otot semua, dan datar. Nggak tau itu mereka lagi seneng atau merana, ekspresinya gitu aja kayak tentara yang siap tempur.

     Tim Malaysia dalam bayangan saya adalah para bangsawan, seperti juga tim dari Britania Raya. Nggak tau kenapa, mungkin karena inget Tengku Fahri mantan suami Manohara, okeskip.

     Thailand adalah tim yang menurut saya merupakan rakyat dari daerah wisata, santai, senyum, kadang menang kadang kalah. Selo aja gitu.

     Sedangkan Denmark dan Indonesia adalah kumpulan para cendekia, Begawan atau apalah semacamnya. Dan Jepang merupakan penyedia teknologi bagi kerajaan bulutangkis.

     Dan satu lagi tentu saja Korea, tim ini adalah tim yang berisi para putri mahkota dan pangeran kerajaan. Dan pangeran yang paling anu adalah siapa lagi kalau bukan si Es Buah yang mukanya minta disruput, Lee Yong Dae.

     Bagi pecinta bulutangkis di era 2000an, pasti tidak asing dengan si bocah pencuri hati wanita sejuta umat manusia ini. Dimulai dengan wink style-nya ketika selebrasi kemenangan seusai mengalahkan Nova Widianto/Liliyana Natsir di final Olimpiade Beijing 2008. Itu adalah kali pertama sosok dengan muka polos ini banyak dibicarakan khalayak ramai.

     Sebelumnya dia pernah menjuarai Asian Junior Championship di tahun 2006, namun sosoknya baru benar-benar mendunia lewat wink style yang menggemaskan itu.

     Sejak saat itu Lee Yong Dae yang sebelumnya masih agak culun, mulai mencuri hati banyak gadis remaja, tidak terkecuali saya tentunya :D

     Yang menggemparkan Indonesia Raya yang gemah ripah loh jinawi ini adalah aksinya buka baju memperlihatkan perutnya yang dibagi enam kotak itu saat Thomas Cup di Istora. Saya sih cuma nonton di tv, tapi tetep aja ikut nganga :O

     Dan makin ke sini, bukannya makin layu kok malah makin menggemaskan. Potongan rambutnya yang dulu culun ala kadarnya sekarang udah berubah bak bintang K-Pop yang juga mencuri hati banyak wanita. Ini Korea kenapa isinya makhluk pencuri hati semua?

     Saya baru sekali ketemu langsung. Eya nggak langsung juga sih. Dia di lapangan, sayanya di kursi penonton. Tapi karena saya duduk di vip, jadi ya anggep aja ketemu langsung, ye ga? :">

     Nah, beberapa waktu terakhir, saya merasa ini manusia makin terlihat seger kinyis-kinyis kayak es buah. Entah kenapa saya harus pakai perumpamaan ini. Tapi setiap lihat mukanya, saya jadi haus dan pengen buru-buru minum.

     Dan karena sering kehausan tengah malam gara-gara kepikiran Lee Yong Dae yang sruput-able itu, maka dari itu dan oleh sebab itu, saya putuskan untuk nge-print 1 lembar mukanya si Yoyong ini terus ditempel di tembok samping tempat tidur. Jadi kalo saya bobok madep ngalor akan terlihat si Yoyong yang lagi keringetan sambil mangap, dan saya akan pulas kembali karena rasa haus saya terobati.

     Sebenarnya sih sebagai istri,saya merasa bersalah sama Shintaro Ikeda dengan tindakan ini, tapi namanya haus mau gimana lagi :D

     Saya sarankan kepada teman-teman yang menyukai jenis muka pria oriental terutama dari negeri ginseng, mending nggak usah kebanyakan ngeliatin foto-foto Lee Yong Dae atau nyari video-video LYD di banyak tempat, karena akhirnya nanti bisa dehidrasi kalau pas lagi nggak ngeliat mukanya. Kayak saya :(

     Tapi kalau untuk yang sudah terlanjur seperti saya, yaudah sekalian nyemplung aja di kolam es buah nan seger itu. Mula elyedeh yang kelebihan vitamin A dan C itu akan membuat kita -yang kuat- akan semakin sehat, apalagi dinikmati tengah malam di saat cuaca dingin.

     Oke deh, sampai di sini saja cerita kita tentang es buah campur ginseng yang menambah stamina ini. Semoga kita bertemu lagi di cerita-cerita selanjutnya. Dadaaaahhh