Sunday, July 1, 2012


Sebenarnya ga tau mau nulis apa, karena memang udah lama ga ada ide untuk nulis sesuatu. Lagian, saat punya ide menulis pun, hasilnya tiap dibaca ulang pasti malu sendiri. Ceritanya tadi pagi, setelah diomelin Bapak via telpon karena ga olahraga, saya yang dari semalem baru tidur ayam setengah jam akhirnya memutuskan untuk ngutak-atik hp.taskrin saya yang tulisannya suka mental serta penyebab typo nomer satu ini. Buka twitter cuma ada Agrippina. Adek manis pemain bulutangkis yang beberapa hari jadi target operasi mention rauwis-uwis. Selain Agri, cuma ada beberapa orang yang kalau kata orang Jogja weekend butuh piknik alias terlalu serius. Bingung mau ngapain, akhirnya saya bukalah itu situs bernama youtube, sambil sesekali nunggu balesan mention dari Agrippina Prima Rahmanto. Sampai di youtube, saya tetap bingung mau liat apa. Karena setiap kehabisan ide hal yang selalu muncul dalam otak saya adalah hal-hal yang berbau bulutangkis. Mboh bulutangkis itu baunya kayak apa aku yo ra reti. Karena pemain bulutangkis yang sedang ada di kepala saya adalah Agrippina, maka saya ketik keyword,"Agrippina/Gideon". Sempet bengong juga liat permainan Agri/Gideon, yang saat saya liat tadi sedang melawan siapa itu yang waktu Indonesia Open dikalahin Kido/Hendra di QF kalo ga salah. Mainnya cepet, lincah dan defense-nya luar biasa. Saya langsung mikir, olimpiade Rio de Jeneiro nanti mereka akan dapat emas. Mari kita amini. Setelah bengong nganga liat video Agri/Gideon, saya bingung lagi. Maka saya ketiklah keyword "Lee Yong Dae", atlet Korea yang punya fans sehalulah itu. Beberapa kali dibuat ngakak liat video acara tv Korea di mana LYD menjadi guest star. Lalu ngetik lagi "Simon Santoso" yang rata-rata sudah saya tonton semua. Maklum saya kan calonnya :"> Tapu setelah dicari di selipan yutup, akhirnya saya nemu video wawancara SimSan di Axiata Cup yang bikin saya ngakak juga. SimSan yang mukanya lebih Cina dari Lin Dan ternyata logatnya Tegal banget. Saya jadi mas-mas tukang pecel ayam. Duh, tapi dalam keadaan apapun aku terima kamu apq adanya kok, Ko Simon :* Kemudian di related video, ketemu video wawancara Tommy Sugiarto yang ternyata suaranya cuempreng ga kayak Bapaknya :D Masih di related video, ternyata banyak video interview atlet di beberapa acara tv swasta nasional. Dan akhirnya, bertemulah saya dengan sebuah video berjudul "Vita &Lilyana (best friend forever)". Isi video tersebut adalah foto-foto Vita dan Butet di berbagai ajang serta saat kemenangan merekan di Indonesia Open 2008 setelah mengalahkan pasangan Jepang. Selain itu terselip pyla foto-foto mereka di berbagai baik dalam maupun luar negri. Dan backsound dari lagu tersebut adalah lagu milik Sherina Munaf berjudul Ku Di Sini. Dengan sangat lebay mata saya langsung merembes, saya senyum sambil teringat seseorang. Saya ingat kamu, iya kamu. Kamu yang saya suruh baca tulisan ini. Kamu yang pertama kali ketemu saya tanggal 3 Mei 2008 di sebuah lapangan di daerah Depok. Tadinya saya ga kepikiran akan bisa dekat sama kamu. Karena kamu, yang dulu saya pikir bernama Viarend, awalnya hanyalah seseorang yang sama seperti saya, menyuakai karya musisi dari Jogja bernama Letto. Tapi ternyata kamu adalah teman yang bisa saya ajak bicara tentang apa saja kapanpun wktunya. Dari video itu saya membayqngkan kita adalah mereka, mereka adalah kita. Saya yakin seyakin yakinnya kamu memilih jadi Lilyana Natsir walaupun saya lebih mirip *baik abaikan*. Sampai di sini sya bingumg inti dari tulisan ini. Yang jelas saya cuma mau bilang kalau kamu adalah teman terdekat saya. Teman saru saya :)) Ya pokoknya gitu lah. When you are in doubt, dengerin lagu di bekson video itu. Terus inget saya. Inget yang saru-saru juga gpp. Pokoknya selama belum ada teknologi bernama antisepik, kita haru tetap cari adek manis bibut unggul. Pokoknya selamanya saya mau jadi temen kamu, iya kamu.

Tuesday, May 29, 2012

Bila Kamu Sama


Suatu saat bila kamu sama, Duduklah di depanku, hisap rokokmu sambil kita bicarakan apa saja. Melihat langit yang menghitam ditiupi angin yang memaksa kita saling menggenggam tangan. Suatu saat bila kamu sama, rebahlah di pahaku, akan aku usap dahimu yang lelah. Berceritalah tentang apa saja. Tentang lelah, tentang kalah. Apa saja... Suatu saat bila kamu sama, sama seperti aku yang diam-diam menyimpan sebuah rasa, katakanlah sambil menghabiskan hisapan terakhir rokokmu, merasakan dingin yang membuat kita akhirnya menjadi baju penghangat satu sama lain... 29 Mei 2012

Sunday, May 27, 2012


Cuaca panas.Angin menggoyangkan daun dan dahan di samping rumah yang dindingnya terbuat dari papan.Seorang ibu paruh baya mengupas kacang tanah di sebuah tampah bambu sambil duduk di atas sebuah bangku kecil di samping rumahnya. Seekor ayam berbulu hitam berciat di antara tumpukan kulit kacang, memilah sambil berharap ada sebiji kacang ikut terbuang.Seorang bapak beruban separuh kepala menghisap dalam asap tembakau sambil menaikkan kedua kakinya ke sebuah bangku kayu panjang di belakang istrinya, ibu paruh baya.Bapak beruban separuh kepala bertelanjang dada, kulit legam menandakan cangkul dan sabit adalah sahabat setia. Kopi di gelas belimbing tak lagi mengepulkan asap.Tapi angin masih bergoyang ceria.Rumah berdinding papan dan berlantai tanah, menghadap ke pohon-pohon hijau mengkilat tertimpa cahaya matahari. Burung prenjak bernyanyi lagu-lagu beraliran seriosa diiringi orkestra suasana desa. Damai sekali.

Friday, May 25, 2012

Bagaimana kalau kau aku tuliskan sebuah puisi?


Bagaimana kalau kau aku tuliskan sebuah puisi? Karena kalimat yang selalu aku siapkan berjam-jam sebelumnya tak pernah mampu meluncur dari lidahku. Semua kaku dan berhenti membeku ketika senyum mahalmu itu melengkung serupa pelangi. Jadi, setujukah bila kau aku tuliskan sebuah puisi? Sebuah puisi yang mungkin suatu waktu akan kau baca. Dan tolong, tersenyumlah bila waktu mengizinkanmu membaca ini. Karena senyummulah, senyum mahalmu itu, bekalku merawat mimpi. Bekalku merawat rindu yang tidak berani aku ceritakan di depanmu. Atau lebih tepatnya, belum, belum berani aku ceritakan padamu. Kamu, yang menjadi nadi di tulisan ini, adalah orang kesekian yang datang menyapa hatiku. Hati yang genap setahun lalu mengering pemiliknya. Kamu pria kesekian yang tanpa sengaja masuk tanpa permisi. Dan hasilnya adalah aku jatuh cinta lagi. Diam-diam lagi. Tak mampu berkata-kata lagi. Ah sudahlah, semoga tulisan ini bisa sedikit mewakili.

Sunday, March 11, 2012

Terhitung sejak hari Selasa tanggal 6 Maret 2012 saya kehilangan kontak dengan mbak Shin Bernard. Sebenarnya beliau tinggal dan bekerja di Makassar, tapi hari Senin 5 Maret 2012 pukul 15.00 WIB beliau kembali ke Jakarta untuk acara meeting di kantor pusat.

Sejak sebulan terakhir memang nomor selular beliau tidak bisa dihubungi, yang saya tau, beliau menggunakan nomor dari kantor. Waktu itu beliau pernah bilang akan kembali menggunakan nomor lama setelah gaji pada bulan Februari diterima.

Selain untuk keperluan meeting, mbak Shin juga berniat menonton Teater di GKJ. Tapi sampai hari H, tak kunjung ada kabar dari mbak Shin. Kami, teman-temannya di Jakarta, sudah berusaha menghubungi beliau lewat fb, twitter, dan nomor-nomor lamanya yang mungkin masih aktif. Tapi semua hasilnya nihil.
Terakhir mbak Shin menulis di akun twitternya pada tgl 7 Maret pkl 4 pagi.

Jadi, kepada mbak Shin, atau siapa pun yang tau dimana beliau, tolong beritahu kami di @LilisWiyatmo, @evikafillah, @WindyAprisia atau @FitriaKurniaS.thx

Wednesday, February 8, 2012

Dia duduk di beranda kamarnya
Pada sebuah hari,tanggal 15 pada kalender Jawa...
Dia kenakan pakaian terbaik,dia rias wajahnya,tak lupa semprotan parfum aroma buah cherry yang baru di beli siang tadi

Wajahnya cemas memandang langit yang tertutup jelaga
Kunang-kunang luar angkasa menyembul malas di balik gelap
Remang-remang

Dia lihat jarum di tangannya,
pukul 23:45
Aroma parfum cherry sudah membaur dengan keringat cemasnya

Tetiba sepucuk surat jatuh dari langit
Dia tau itu tulisan kekasihnya
Karena terlalu sering surat jatuh di beranda kamarnya

"Maaf,aku tak bisa menemuimu lagi
Awan terlalu angkuh menutupi jalanku padamu,mungkin dia iri padaku
Tunggu aku bulan selanjutnya,pada tanggal yang sama.

Kekasihmu,
Rembulan"

Maka dia simpan surat itu,diselipkan di balik dadanya,agar dekat dengan hatinya

Dan dia pun berharap,musim hujan segera berlalu,agar rindunya tersampaikan pada rembulan,kekasihnya...


9-2-2012
12:24

Aan Mansyur,pelaut kata

Aku ingin bermain dalam kata
Berenang di lautan aksara yang berbuih senja
Maka aku gunakan pensil warna abu-abu di atas kertas coklat tua

Aku ingin berlari di tengah puisi
Sesuatu yang kau tulis di keheningan aroma kopi
Yang baitnya berbuah daun-daun penaung jengah di siang hari

Maka biarkan aku lupa diri akan sajakmu
Lupa bahwa dunia akan menganggap aneh tiap derai tawa
...dan biarkan,
Biarkan aku tenggelam di arus ceritamu
Sambil sesekali menertawakan hal-hal yang sederhana dalam kehidupan fana,
Karena katamu "selalu ada hal-hal sederhana untuk dibagi pada dunia".

Untuk itu meski baru hitungan waktu aku berenang di sungai katamu,aku tetap ingin bening di aksaramu...