I am an extraordinary troubledminder who always try to make people laugh 'though I am in the trouble,Cause life is just a comedy...
Tuesday, May 29, 2012
Bila Kamu Sama
Sunday, May 27, 2012
Friday, May 25, 2012
Bagaimana kalau kau aku tuliskan sebuah puisi?
Sunday, March 11, 2012
Terhitung sejak hari Selasa tanggal 6 Maret 2012 saya kehilangan kontak dengan mbak Shin Bernard. Sebenarnya beliau tinggal dan bekerja di Makassar, tapi hari Senin 5 Maret 2012 pukul 15.00 WIB beliau kembali ke Jakarta untuk acara meeting di kantor pusat.
Sejak sebulan terakhir memang nomor selular beliau tidak bisa dihubungi, yang saya tau, beliau menggunakan nomor dari kantor. Waktu itu beliau pernah bilang akan kembali menggunakan nomor lama setelah gaji pada bulan Februari diterima.
Selain untuk keperluan meeting, mbak Shin juga berniat menonton Teater di GKJ. Tapi sampai hari H, tak kunjung ada kabar dari mbak Shin. Kami, teman-temannya di Jakarta, sudah berusaha menghubungi beliau lewat fb, twitter, dan nomor-nomor lamanya yang mungkin masih aktif. Tapi semua hasilnya nihil.
Terakhir mbak Shin menulis di akun twitternya pada tgl 7 Maret pkl 4 pagi.
Jadi, kepada mbak Shin, atau siapa pun yang tau dimana beliau, tolong beritahu kami di @LilisWiyatmo, @evikafillah, @WindyAprisia atau @FitriaKurniaS.thx
Sejak sebulan terakhir memang nomor selular beliau tidak bisa dihubungi, yang saya tau, beliau menggunakan nomor dari kantor. Waktu itu beliau pernah bilang akan kembali menggunakan nomor lama setelah gaji pada bulan Februari diterima.
Selain untuk keperluan meeting, mbak Shin juga berniat menonton Teater di GKJ. Tapi sampai hari H, tak kunjung ada kabar dari mbak Shin. Kami, teman-temannya di Jakarta, sudah berusaha menghubungi beliau lewat fb, twitter, dan nomor-nomor lamanya yang mungkin masih aktif. Tapi semua hasilnya nihil.
Terakhir mbak Shin menulis di akun twitternya pada tgl 7 Maret pkl 4 pagi.
Jadi, kepada mbak Shin, atau siapa pun yang tau dimana beliau, tolong beritahu kami di @LilisWiyatmo, @evikafillah, @WindyAprisia atau @FitriaKurniaS.thx
Wednesday, February 8, 2012
Dia duduk di beranda kamarnya
Pada sebuah hari,tanggal 15 pada kalender Jawa...
Dia kenakan pakaian terbaik,dia rias wajahnya,tak lupa semprotan parfum aroma buah cherry yang baru di beli siang tadi
Wajahnya cemas memandang langit yang tertutup jelaga
Kunang-kunang luar angkasa menyembul malas di balik gelap
Remang-remang
Dia lihat jarum di tangannya,
pukul 23:45
Aroma parfum cherry sudah membaur dengan keringat cemasnya
Tetiba sepucuk surat jatuh dari langit
Dia tau itu tulisan kekasihnya
Karena terlalu sering surat jatuh di beranda kamarnya
"Maaf,aku tak bisa menemuimu lagi
Awan terlalu angkuh menutupi jalanku padamu,mungkin dia iri padaku
Tunggu aku bulan selanjutnya,pada tanggal yang sama.
Kekasihmu,
Rembulan"
Maka dia simpan surat itu,diselipkan di balik dadanya,agar dekat dengan hatinya
Dan dia pun berharap,musim hujan segera berlalu,agar rindunya tersampaikan pada rembulan,kekasihnya...
9-2-2012
12:24
Pada sebuah hari,tanggal 15 pada kalender Jawa...
Dia kenakan pakaian terbaik,dia rias wajahnya,tak lupa semprotan parfum aroma buah cherry yang baru di beli siang tadi
Wajahnya cemas memandang langit yang tertutup jelaga
Kunang-kunang luar angkasa menyembul malas di balik gelap
Remang-remang
Dia lihat jarum di tangannya,
pukul 23:45
Aroma parfum cherry sudah membaur dengan keringat cemasnya
Tetiba sepucuk surat jatuh dari langit
Dia tau itu tulisan kekasihnya
Karena terlalu sering surat jatuh di beranda kamarnya
"Maaf,aku tak bisa menemuimu lagi
Awan terlalu angkuh menutupi jalanku padamu,mungkin dia iri padaku
Tunggu aku bulan selanjutnya,pada tanggal yang sama.
Kekasihmu,
Rembulan"
Maka dia simpan surat itu,diselipkan di balik dadanya,agar dekat dengan hatinya
Dan dia pun berharap,musim hujan segera berlalu,agar rindunya tersampaikan pada rembulan,kekasihnya...
9-2-2012
12:24
Aan Mansyur,pelaut kata
Aku ingin bermain dalam kata
Berenang di lautan aksara yang berbuih senja
Maka aku gunakan pensil warna abu-abu di atas kertas coklat tua
Aku ingin berlari di tengah puisi
Sesuatu yang kau tulis di keheningan aroma kopi
Yang baitnya berbuah daun-daun penaung jengah di siang hari
Maka biarkan aku lupa diri akan sajakmu
Lupa bahwa dunia akan menganggap aneh tiap derai tawa
...dan biarkan,
Biarkan aku tenggelam di arus ceritamu
Sambil sesekali menertawakan hal-hal yang sederhana dalam kehidupan fana,
Karena katamu "selalu ada hal-hal sederhana untuk dibagi pada dunia".
Untuk itu meski baru hitungan waktu aku berenang di sungai katamu,aku tetap ingin bening di aksaramu...
Berenang di lautan aksara yang berbuih senja
Maka aku gunakan pensil warna abu-abu di atas kertas coklat tua
Aku ingin berlari di tengah puisi
Sesuatu yang kau tulis di keheningan aroma kopi
Yang baitnya berbuah daun-daun penaung jengah di siang hari
Maka biarkan aku lupa diri akan sajakmu
Lupa bahwa dunia akan menganggap aneh tiap derai tawa
...dan biarkan,
Biarkan aku tenggelam di arus ceritamu
Sambil sesekali menertawakan hal-hal yang sederhana dalam kehidupan fana,
Karena katamu "selalu ada hal-hal sederhana untuk dibagi pada dunia".
Untuk itu meski baru hitungan waktu aku berenang di sungai katamu,aku tetap ingin bening di aksaramu...
Kepada Shin Bernard
Coretan ini seharusnya aku berikan padamu saat terakhir kali pertemuan kita
Tapi waktu memang tak pernah seramah Ibu-ibu penjual jamu
Maka,kapanpun kau punya waktu,bacalah...
Selamat datang wahai perempuan pecinta pantai
Kau hrmoni semacam hujan yang turun sore hari
Membasahai daun-daun yang aku,yang semacam aku
Jakarta menyambutmu dengan sembab
seperti seorang gadis yang menangis haru menyambut sahabatnya,basah matanya
Perempuan pecinta pantai,
aku seakan ingin menggelar karpet panjang membentang jalanan kota ini,kota yang haru menyambut sahabatnya
Tapi sudahlah,selamat datang saja kurasa cukup melengkungkan bibirmu membentuk pelangi
Selamat datang kembali,Perempuan Pecinta Pantai
Jakarta,dicoretkan pada 29 Januari 2012
Pukuk 15:50,saat kau baru turun dari pesawat
Tapi waktu memang tak pernah seramah Ibu-ibu penjual jamu
Maka,kapanpun kau punya waktu,bacalah...
Selamat datang wahai perempuan pecinta pantai
Kau hrmoni semacam hujan yang turun sore hari
Membasahai daun-daun yang aku,yang semacam aku
Jakarta menyambutmu dengan sembab
seperti seorang gadis yang menangis haru menyambut sahabatnya,basah matanya
Perempuan pecinta pantai,
aku seakan ingin menggelar karpet panjang membentang jalanan kota ini,kota yang haru menyambut sahabatnya
Tapi sudahlah,selamat datang saja kurasa cukup melengkungkan bibirmu membentuk pelangi
Selamat datang kembali,Perempuan Pecinta Pantai
Jakarta,dicoretkan pada 29 Januari 2012
Pukuk 15:50,saat kau baru turun dari pesawat
Subscribe to:
Posts (Atom)